Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mengapresiasi dan mendukung pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jakarta Barat masa khidmat 2026-2027.
Demikian disampaikan Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim saat menghadiri pelantikan PC PMII dengan tema 'Gerakan Nyata Gen Z: Membangun Kemandirian di Bidang Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial' di Ruang Serbaguna Masjid Assahara, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Minggu (10/5). Hadir ketua PCNU Jakarta Barat, KH Agus Salim, Ketua PC PMII Jakarta Barat Ahmad Fauzi, serta jajaran pengurus PMII Jakarta Barat.
Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim mengatakan selamat kepada seluruh pengurus PC PMII Jakarta Barat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan hanya seremoni organisasi, tetapi juga amanah besar dalam menghadirkan gerakan mahasiswa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PMII memiliki sejarah panjang sebagai organisasi kader yang melahirkan banyak tokoh bangsa, tokoh intelektual, tokoh keagamaan, maupun pemimpin daerah. Oleh karena itu, saya berharap PMII Jakarta Barat dapat terus menjadi wadah kaderisasi yang melahirkan generasi muda yang cerdas, moderat, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Firmanudin juga menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman, khususnya bagi generasi muda atau Gen Z agar mampu menjadi motor perubahan yang produktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi maupun dinamika sosial.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus hadir sebagai penggerak solusi di tengah masyarakat,” katanya.
Ia turut mengajak PMII Jakarta Barat untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, penguatan literasi pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Kepada seluruh kader PMII, saya berpesan agar tetap menjaga tradisi intelektual, tradisi dialog, dan tradisi pengabdian. Jadilah mahasiswa yang kritis namun santun, aktif namun tetap solutif, serta mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan secara seimbang,” tuturnya.
Menurutnya, kader PMII juga diharapkan mampu menghadirkan gerakan nyata yang menyentuh masyarakat melalui program-program yang menjawab persoalan pendidikan, pengangguran, ekonomi kreatif, pemberdayaan pemuda, dan kepedulian sosial.
“Saya percaya, dengan semangat Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh, PMII Jakarta Barat akan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang maju, berdaya, dan berakhlak,” ucapnya. (Lam/Tgh)





