Halo Sobat! 👋
Saya Bang-Batik. Ada yang bisa saya bantu terkait wilayah Jakarta Barat?
Publikasi
Pemkot Jakbar dan Rumah Sosial Kutub Kelola Minyak Jelantah Jadi Sedekah
Pemkot Jakbar dan Rumah Sosial Kutub Kelola Minyak Jelantah Jadi Sedekah
Yan Irmuna Adji
11 Mei 2026
Pemerintahan
125
Izzudin
Wakil Wali Kota Jakbar, Yuli Hartono bersama kolaborator Rumah Sosial Kutub
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bersama Rumah Sosial Kutub komitmen memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola minyak jelantah menjadi manfaat yang ramah lingkungan. Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, mengatakan pihaknya mengimbau agar fluktuasi data pengumpulan minyak jelantah dapat disikapi secara bijak dan disertai analisis yang mendalam.Menurutnya, penurunan volume pengumpulan di beberapa wilayah belum tentu menunjukkan menurunnya semangat masyarakat, tetapi juga dapat dipengaruhi perubahan pola hidup sehat warga.“Harapannya, koordinasi dengan pihak kecamatan perlu ditingkatkan kembali, terutama dalam rapat-rapat mingguan. Dengan begitu, sosialisasi kepada para lurah dan RW bisa lebih paripurna, baik secara teknis pendistribusian jeriken maupun pemahaman mengenai manfaat program ini bagi masyarakat,” kata Yuli saat memimpin rakor pengumpulan minyak jelantah di Ruang Rapat Wali Kota Jakarta Barat, Senin (11/5). Sementara itu, Manager Maintenance Rumah Sosial Kutub, Muhammad Abdel Achrian, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi melalui pengelolaan limbah rumah tangga.Menurutnya, hingga kuartal pertama tahun 2026, yakni Januari hingga Maret, wilayah Jakarta Barat berhasil mengumpulkan sekitar 30 ribu liter minyak jelantah. Sehingga Jakarta Barat tercatat sebagai wilayah pengumpul minyak jelantah terbesar kedua di DKI Jakarta setelah Jakarta Selatan.“Kami mengelola minyak jelantah ini secara bertanggung jawab untuk diekspor maupun diolah di dalam negeri menjadi bahan bakar ramah lingkungan seperti biodiesel atau biofuel. Hasil dari pengelolaan tersebut kemudian kami salurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk dana sosial,” ujar Abdel.Dikethaui, dana sosial dari program sedekah jelantah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat, seperti santunan pendidikan, bantuan kesehatan, penyediaan alat kebersihan, hingga mendukung program urban farming di lingkungan warga. (Yan)