RW 09 Kelurahan Meruya Utara menjalani verifikasi lapangan (Verlap) Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari Tahun 2026. Proses penilaian, melibatkan Tim Verifikasi ProKlim tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) RI.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah mengatakan, perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, Program Kampung Iklim menjadi salah satu strategi penting untuk membangun ketahanan masyarakat melalui aksi nyata di tingkat lingkungan.
"Kehadiran tim verifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat upaya pengendalian perubahan iklim yang melibatkan masyarakat secara langsung," katanya, Senin (20/7).
Ia menilai RW 09 Meruya Utara telah menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Berbagai inovasi yang dikembangkan di wilayah tersebut antara lain pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber, penghijauan dan urban farming, konservasi air dan energi, ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan ekonomi sirkular, pendidikan lingkungan, olahraga, seni, kegiatan sosial masyarakat, serta kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas.Menurut Iin, berbagai program tersebut merupakan implementasi pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Program Kampung Iklim. Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung Gerakan Pilah dan Olah Sampah dari Sumber yang terus diperkuat di Jakarta Barat."Apa pun hasil verifikasi nantinya, yang paling penting adalah semangat masyarakat dalam menjaga lingkungan harus tetap hidup dan terus berkembang," tandasnya. (Wan)





