Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seluas 3,6 hektar ini akan dibangun rumah sakit tipe A.
Kepastian itu disampaikannya saat meninjau kondisi aset yang terletak di samping Rumah Sakit Sumber Waras, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (27/10) pagi.
Hadir dalam peninjauan tersebut, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma, Kepala Dinas Kesehatan, Ani Ruspitawati, Ketua Yayasan RS Sumber Waras, Safzen Noerdin, dan lainnya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pihaknya mempunyai keinginan untuk membangun rumah sakit tipe A, lantaran melihat aset itu terbengkalai cukup lama. Padahal, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menghentikan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras karena tidak ditemukan bukti yang cukup kuat untuk dibawa ke tahap penyelidikan.
"Kita ketahui, lahan seluas 3,6 hektar telah dibeli Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2014. Namun, pada tahun itu, ada temuan bahwa NJOP-nya karena dianggap terlalu tinggi, sehingga ada selisih perbedaan sekitar Rp 191 miliar. Kita tahu bahwa kemudian status penyelidikannya itu sudah dihentikan tahun 2023," tuturnya.
Dijelaskan Pramono, harga tanah di kawasan ini telah melonjak siginifikan. Dari harga dulu disebut minus Rp 191 miliar, kini telah naik hingga lebih dari Rp 700 miliar.
"Kalau dari NJOP yang ada, dulu minus Rp 191 miliar, sekarang sudah menjadi Rp 1,4 triliun. Dengan demikian, hampir Rp 700 miliar lebih tanah di sini mengalami kenaikan. Nggak mungkin dibatalkan," terangnya.
Dengan kepastian hukum serta peninkatan nilai aset, Pemprov DKI memastikan akan melanjutkan pembangunan di atas lahan tersebut.
Selain itu, Pramono menuturkan bahwa pemerintah pusat memberikan dukungan rencana pembangunan rumah sakit tersebut.
"Saya sebagai Gubernur DKI Jakarta melaporkan kepada pemerintah pusat, dan Alhamdulillah, kami mendapatkan support sepenuhnya dari pemerintah pusat, bapak presiden, DPRD dan wakil ketua DPR RI," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Pramono, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan studi kelayakan (feasibility study), analisis dampak lingkungan (Amdal) serta mendorong agar protek ini masuk dalam Proyek Strategi Nasional (PSN).
"Sehingga dengan demikian dalam support itu, kami menjadi semakin bersemangat untuk menyelesaikan persoalan ini dan akan segara kami bangun menjadi rumah sakit tipe A," pungkasnya. (why)






