Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) implementasi Gerakan Pilah dan Olah Sampah dari Sumbernya di Balai Musyawarah Warga (BMW) RW 02, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (6/9).
Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta dari unsur Kecamatan dan Kelurahan Palmerah, pengurus RT/RW, kader PKK, serta warga tersebut meninjau praktik pemilahan sampah rumah tangga, pengumpulan sampah terpilah, dan pengolahan sampah di tingkat lingkungan.
Asisten Pemerintahan Jakarta Barat, Holi Susanto, mengapresiasi keterlibatan warga RW 02 dalam menjalankan gerakan tersebut. Ia menekankan pemilahan sampah harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana sampah dipilah, tetapi bagaimana kebiasaan ini terus dijaga dan menjadi budaya di masyarakat,” ujar Holi sesuai keterangan yang diterima.
Dari hasil monev menunjukkan kesadaran warga dalam memilah sampah organik dan anorganik mulai meningkat. Namun, masih terdapat perbedaan pelaksanaan antar-RT sehingga diperlukan penguatan koordinasi dan konsistensi.
Ia juga meminta pengurus RT dan RW terus menggerakkan warga serta memperluas praktik baik ke lingkungan lainnya. Monev secara berkala dinilai penting untuk mengevaluasi capaian dan menentukan langkah perbaikan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Pengurus RT dan RW memiliki peran penting untuk menggerakkan dan memfasilitasi warga. Praktik-praktik baik yang sudah berjalan perlu dipertahankan, kemudian dikembangkan dan ditularkan ke lingkungan lainnya. Jangan sampai gerakan ini hanya berjalan ketika ada kegiatan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat,” tambahnya. (Kontri)






