Selain dilakukan pembacaan dan penandatanganan Ikrar Komitmen Bersama Jaga Sekolah Bersih (Pilih, Pilah, Pulihkan) oleh unsur-unsur sekolah mulai dari kepala sekolah, wakil, bidang-bidang, para guru, murid, Osis dan lainnya juga ada sosialisasi dan praktik pemilahan sampah berdasarkan jenisnya di area sekolah.
“Kita harus mengaktifkan dan memperkuat gerakan pilah-olah sampah langsung dari sumbernya. Bagaimana mewujudkannya? Kita umulai dengan aksi Nyata Gerakan Pilah-olah Sampah langsung dari ruang kelas kalian,” imbuh Sekretaris Kota Jakarta Barat Firmanudin Ibrahim di hadapan para murid saat MPLS hari pertama, di SMK Muhammadiyah 4, Jalan Anggrek Nely Murni Blok B-C, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Senin (13/7) pagi.
Lebih lanjut Firmanudin menjelaskan, yang pertama Pilah. “Pisahkan sejak awal sampah anorganik (botol plastik, kaleng dan lain-lain) dengan sampah organik (sisa makanan, daun dan lain sebagainya) di tong yang berbeda,” ujarnya.
Lalu yang kedua, Olah. “Sekolah akan berkolaborasi dengan bank sampah lokal, bisa juga sekolah menyediakan atau membuat komposter untuk mengubah sampah organic menjadi pupuk alami dengan cara sampah plastik dicacah, sampah organik dijadikan pupuk,” sambung Firmanudin.
Kemudian yang ketiga, Manfaatkan. “Ubah sampah anorganik menjadi produk daur ulang yang kreatif, bernilai ekonomi, dan gunakan kompos untuk penghijauan sekolah. Target kita jelas mengurangi volume sampah yang dibuang ke Bantar Gebang dari kontribusi sektor pendidikan di Jakarta Barat. Ayo milah sampah dari diri sendiri mulai dari sekarang,” imbuh Firmanudin. (Aji)





