Pemerintah Kota Jakarta Barat mendukung pengembangan usaha ekonomi kreatif agar mampu berdaya saing dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang mandiri dan kompetitif.
Demikian diungkapkan Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim saat menghadiri HUT ke-1 PPEKRAF (Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif) yang berlangsung di Hotel Mega Anggrek, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (28/2).
Menurut Firmanudin, Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data BPS Tahun 2024, sektor ekonomi kreatif telah berkontribusi hampir 11 persen terhadap produk domestik regional bruto DKI Jakarta.
"Kami yakin bahwa (ekonomi kreatif) akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat lagi," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Firmanuddin Ibrahim menyampaikan selamat ulang tahun dan sukses kepada PPEKRAF.
"Semoga kehadiran PPEKRAF bisa berperan dalam pengembangan ekonomi kreatif serta mendukung program-program pembangunan pemerintah daerah, terutama pada peningkatan pengembangan usaha ekonomi kreatif," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-1 buat PPEKRAF. "Dibawah usia 'Balita', dibawah dua tahun, PPEKRAF bisa melakukan berbagai kegiatan yang luar biasa.
Berdasarkan informasi dari Ketua Umum PPEKRAF, organisasi ini sudah berdiri di 11 provinsi dan 2 perwakilan luar negeri, yakni Malaysia dan Amerika Serikan. Ini adalah capaian luar biasa yang tidak mudah dilakukan pada suatu organisasi," tuturnya.
Ia berharap PPEKRAF dapat mewujudkan langkah-langkah ke depan. Sesuai namanya, organisasi akan fokus pada dunia pendidikan untuk ekonomi kreatif yang dapat dibutuhkan bangsa dan negara.
Sebelumnya, Ketua Umum Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) Tengku Nurliana Habsjah mengatakan PPEKRAF adalah yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya.
Perayanaa HUT ke-1 PPEKRAF, lanjut Tengku Nurliana Habsjah, diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan berbagi kepada fakir miskin dan duafa.
"Santunan anak yatim dan berbagi kepada fakir miskin dan duafa dengan jumlah sekitar 1200 orang. Selain itu, kami juga mengadakan fesyen show busana batik Trusmi," ujarnya. (why)





