Untuk mencegah genangan pada saat musim penghujan, Suku Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat membuat lubang biopori sebagai daya peningkatan resapan air dan pengelolaan lingkungan di RT 04 RW 04, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Kamis (05/2).
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Achmad Hariadi mengatakan, pembuatan lubang biopori ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor antara unsur kewilayahan dan masyarakat.
"Kami mendukung upaya pengurangan potensi genangan serta peningkatan kualitas lingkungan permukiman padat penduduk," katanya saat dikonfirmasi.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Kelurahan Kedoya Utara, Febri Ariansyah menjelaskan bahwa pembuatan lubang biopori merupakan solusi sederhana namun efektif untuk membantu penyerapan air hujan dan menjaga keseimbangan lingkungan.
"Ada delapan RT di RW 04 yang menjadi percontohan pembuatan pengurangan sampah organik melalui LRB. Totalnya ad 130 titik," ujarnya.
Sementara itu, Roy (42), warga RW 04 Kedoya Utara mengaku bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan di RW 04 Kedoya Utara.
“Kami sebagai warga merasa terbantu dengan adanya lubang biopori ini, karena bisa mengurangi genangan air saat hujan dan membuat lingkungan menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Kontri)





