Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mendampingi tim verifikasi lapangan ajang Bersih,Nyaman, Indah, dan Sejahtera (Benyamin S) Award Tahun 2026 di tiga dari lima wilayah kelurahan yakni yakni Kelurahan Srengseng, Sukabumi Utara dan Grogol, Senin (21/9). Dua lokasi lainnya adalah Kelurahan Tanah Sereal dan Taman Sari.
Verifikasi lapangan dilakukan dengan meninjau langsung sejumlah titik yang menjadi lokasi penilaian. Di awali dari wilayah Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, tepatnya di Hutan Kota Srengseng.
Area ruang terbuka hijau (RTH) seluas kurang lebih 15 hektar ini memiliki fungsi penting sebagai kawasan konservasi, resapan air, pelestarian flora dan fauna sekaligus ruang rekreasi dan aktivitas masyarakat.
Dari Hutan Kota Srengseng, tim verifikasi lapangan (Verlap) Benyamin S Award menuju titik lokasi penilaian kedua yakni kelas berkebun Tanaman labu madu (Taladu) RT 006 RW 06, Srengseng yang menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan urban farming dan pemanfaatan lahan secara produktif.
Di lokasi yang sama, tim verlap Benyamin S Award meninjau usaha kuliner khas Betawi yang dibuat para pelaku UMKM dan pengrajin kuliner Betawi, seperti rengginang, dodol Betawi, kembang goyang dan selendang mayang.
Selanjutnya, Tim Verlap melanjutkan penilaian dengan meninjau galeri batik gobang di kawasan perumahan Intercon RW 06 Srengseng. Galeri batik gobang merupakan salah satu wadah pelestarian dan pengembangan seni batik yang memiliki nilai budaya dan kreativitas tinggi.
Galeri ini menghadirkan beragam karya batik dengan motif dan corak yang menarik, sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Dari galeri batik gobang, tim verlap Benyamin S Award 2026 mengunjungi Taman Srengseng bersinergi yang merupakan salah satu ruang terbuka yang memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai tempat beraktivitas, sosialisasi sekaligus menikmati lingkungan yang lebih asri.
Dari wilayah Kelurahan Srengseng, tim verlap Benyamin S Award 2026 melanjutkan perjalanan ke wilayah Kelurahan Sukabumi Utara, tepatnya di lingkungan RW 08.
Adapun sejumlah titik lokasi penilaian di lingkungan RW 08 Kelurahan Sukabumi Utara, yakni peninjauan urban farming, pemanfaatan galon sebagai pot tanaman, kerajinan daur ulang sampah, sumur Teba, pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot, Taman Toga RT 04/08, Taman Makam RW 08, Bank sampah hingga makam Si Pitung.
Dari wilayah Sukabumi Utara, tim verifikasi lapangan melanjutkan penilaian ke wilayah Kelurahan Grogol. Ada sejumlah titik yang menjadi lokasi penilaian yakni, Taman Gropilah Jalan Kyai Tapa, Gang Hijau RW 02, Taman Sekretariat RW 04 dan Rumah Sehat serta Waduk Grogol.
Di sela-sela verifikasi lapangan, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menyampaikan bahwa penilaian Benyamin S Award Tahun 2026, lebih menarik karena adanya penguatan implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
"Artinya ketika Ingub 5 Tahun 2026 lahir di 2026, kami langsung kuatkan bersama seluruh elemen, komponen kami yang berada di tingkat kota, kecamatan, kelurahan bersama Pak RW selaku urban manager-nya," ujar Iin.
"Jadi kalau teman-teman datang ke sini, ini adalah di RW 08 Sukabumi Utara. Ini menunjukkan bahwa Pak RW bersama seluruh komponen yang ada, di sini ada kader, ada Ibu PKK, ada Pak RT, ada seluruh pengurus, bahkan Karang Taruna, ini semuanya ikut terlibat dan bukan karena ada penilaian saja, tetapi karena memang sudah menjadi sebuah perilaku baik yang sudah ditunjukkan sejak lama," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Iin menilai bahwa pengelolaan lingkungan di RW 08 Sukabumi Utara menjadi sebuah contoh menarik. Karena wilayah ini sarat dengan penghijauan, mulai dari gang hijau hingga taman pemakaman wakaf yang dikelola seperti taman asri dengan dilengkapi pembibitan tanaman.
"Dan gerakan pilah dan olah sampah telah melakukan pemilahan dari semua jenis sampah, mulai dari sampah anorganik, sampah organik, dan sampah residu. Nanti bisa juga dilihat ada kulit telur ditumbuk dengan air beras untuk menyiram tanaman. Dan menjadi sebuah hal yang menarik sehingga zero waste kita harapkan bisa lebih sedikit dari sampah residu yang dapat ditahan di sini," jelasnya.
Iin menambahkan, dalam ajang Benyamin Award Tahun 2026,terdapat lima wilayah kelurahan di Jakarta Barat, masuk seleksi ajang Benyamin Award tahun 2026, yakni Kelurahan Srengseng, Sukabumi Utara, Grogol, Tanah Sereal dan Taman Sari.
Ia berharap lima kelurahan tersebut bisa menyemangati wilayah kelurahan lainnya, sekaligus dukungan dan kolaborasi dengan stakeholder lainnya.
"Menariknya kita juga menggandeng perguruan tinggi, seperti di sini ada Binus, yang menggandeng Binus dari lingkungan dan sudah MoU dengan Pak Lurah agar melakukan banyak hal, di antaranya mural yang di belakang kita ini, ini dibuat oleh teman-teman dari mahasiswa Binus," jelasnya.
Iin pun optimis lima perwakilan kelurahan dari Jakarta Barat bisa meraih hasil maksimal dan masuk 10 besar penilaian. Bahkan, Ia berharap dua atau tiga kelurahan tampil di 10 besar.
"Bismillah, kita doakan semuanya. Makasih untuk semuanya, masyarakat Jakarta Barat, dan juga teman-teman di lima kelurahan," pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan tim verlap Benyamin Award Tahun 2026, Faisal menuturkan bahwa pihaknya telah mengkurasi 10 perwakilan masing-masing kelurahan di DKI Jakarta pada ajang Benyamin Award Tahun 2026.
"Jadi setiap kota awalnya mengajukan 10 kelurahan. Kami mengkurasi menjadi 5 kelurahan dan ini (Sukabumi Utara) merupakan salah satu kelurahannya," tuturnya.
Ia menilai wilayah Kelurahan Sukabumi Utara dominan dalam unsur budaya maupun program pemilahan dan pengolahan sampah.
"Selain itu, Jakarta Barat, selain bersihnya bagus, mereka memiliki keandalan yakni sejahteranya luar biasa. Banyak sekali UMKM-UMKM yang skalanya itu sudah tidak kelas wali kota saja Ibu ya, tingkat kota, tapi bisa sampai dengan internasional Ibu Wali Kota ya. Salah satunya batik Gobang," jelasnya. (why)




