Sosialisasi Program SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker) melalui deteksi dini kanker payudara dan pemeriksaan USG payudara gratis diikuti sebanyak 150 kaum ibu, di Klinik Pratama Keluarga, Jalan Raya Duri Kosambi No 74, RT 12 RW 02 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (23/7).
Kegiatan kolaborasi Federasi Bisnis Profesional Wanita Indonesia (FBPWI), PT Siloam International Hospitals Tbk dan Klinik Pratama Keluarga tersebut dihadiri Presiden FBPWI, Hj Giwo Rubianto Wiyogo, Wakil Presiden FBPWI, Hetty Andika Perkas, Wakil Camat Cengkareng, Iswandi, perwakilan RS Siloam, dr Vania, jajaran Klinik Pratama Keluarga, sponsor, dan para undangan.
Ketua panitia, dr Brenda, mengatakan kegiatan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dengan tema “Sehat untuk Anak, Peduli untuk Ibu”, yang juga bertepatan dengan Hari Kebaya Nasional.
“Mengapa kedua peringatan ini begitu relevan? Karena anak-anak yang sehat berawal dari ibu yang sehat. Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, tempat mereka belajar tentang kasih sayang, ketangguhan, dan juga harapan. Menjaga kesehatan ibu berarti juga menjaga masa depan keluarga, bahkan masa depan bangsa,” tuturnya.
​Di sisi lain, sambungnya, kebaya bukan hanya sekedar busana tradisional, kebaya adalah simbol jati diri, kekuatan, dan martabat perempuan Indonesia. Seperti halnya kebaya diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari budaya bangsa.
“Kita juga ingin mewariskan budaya hidup sehat kepada perempuan Indonesia, budaya untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, tidak menunda deteksi dini, dan saling mengingatkan bahwa kesehatan adalah bentuk cinta kepada diri dan juga kepada keluarga kita,” tandasnya.
​Atas nama panitia, Brenda mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI, Pemkot Jakarta Barat, PT Siloam International Hospitals Tbk, tim Klinik Pratama Keluarga, seluruh tenaga medis, sponsor, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras hingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
​“Kami berharap melalui edukasi hari ini dan pemeriksaan USG yang akan diikuti oleh para peserta, semakin banyak perempuan yang memahami bahwa deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa. Harapan kami tidak ada lagi perempuan yang datang terlambat untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan informasi,” pungkasnya.
Presiden FBPWI, Giwo Rubianto Wiyogo, mengungkapkan kegiatan tersebut kali kedua yang diselenggarakan pihaknya bersama kolabolator.
“Hari ini ada pemeriksaan sebanyak 150 ibu-ibu, ya, lebih, untuk memeriksakan, mendeteksi kanker payudara secara dini, ya. Ini sudah yang kedua kegiatannya,” katanya.
Ia menyebut, hingga kini warga yang sudah diperiksa hampir 1.000 orang. “Jumlahnya hampir 1.000 dengan pemeriksaan USG payudara,” sebutnya.
Menurut Giwo, dengan terdeteksinya kanker payudara secara dini, akan bisa menyelamatkan kehidupan di atas 90 persen kehidupan, kelangsungan hidup.
Lebih lanjut dikatakan, pemeriksaan dini kanker payudara sangat penting. Untuk itu pihaknya bersama kolaborator terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait kanker payudara.
“Kami terus mensosialisasi bahwa kanker payudara itu bisa mematikan. Seperti banyak ada kasus 66.000 kasus baru, 66.000 lebih kasus baru, ternyata angka kematian itu bisa mencapai 22.000,” katanya.
​Untuk itu, sambungnya, edukasi dan pemeriksaan dini kanker payudara sangat penting bagi kesehatan seorang ibu dan anak-anaknya. ​Siapa yang akan nanti mendidik, merawat, ya, membina anak-anak menjadi generasi penerus bangsa? Bahkan berperan penting bagi pembangunan bangsa ini, ya. Karena seorang ibu adalah sebagai pendidik yang pertama dan utama bagi anak-anak,” ujar Giwo.
Sementara itu, Wakil Camat Cengkareng, Iswandi, menyampaikan apresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. “Ibu merupakan tempat belajar pertama bagi putra-putrinya. Apalagi kita berharap di tahun 2045 kita menciptakan generasi emas, tentunya ini menjadi sebuah PR besar buat kita sama-sama, bahwa putra-putri kita dari mulai sekarang sudah dipersiapkan,” ujarnya.
“Saya berharap dengan kegiatan-kegiatan terutama deteksi dini ini untuk ibu-ibu supaya lebih tahu lagi nih. Lebih baik mencegah kan dari pada kita mengobati. Ya, Ibu-ibu semangat ya,” katanya. (Aji)





