Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat diminta untuk menjadi agen perubahan dalam rangka mencegah aksi tawuran di wilayah.
Demikian disampaikan Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat, Tumpal Hasiholan, saat menjadi pembina apel rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (12/1).
“Sebagai ASN, kita semua harus menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Kita memiliki peran untuk mengimbau, mengajak, dan membangun hubungan kemasyarakatan agar masyarakat hidup saling bertoleransi, berdampingan, dan saling menolong,” ujarnya dihadapan peserta apel yang diikuti jajaran ASN di lingkungan Pemkot Jakbar, dengan komandan apel, Pepen Kuswandi, Kepala Subkelompok Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Politik Suban Kesbangpol Jakarta Barat.
Tumpal menjelaskan, maraknya aksi tawuran yang terjadi di wilayah Jakarta Barat, baik tawuran remaja maupun antarwarga, termasuk peristiwa yang terjadi pada malam 25 Desember lalu di Krukut dan Tanah Sereal.
"Bahwa persoalan tawuran bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan," jelasnya.
Menurutnya, banyak korban tawuran justru berasal dari kalangan pelajar yang sejatinya dikenal baik di lingkungan keluarga dan sekolah, namun terbawa arus pergaulan negatif. Oleh karena itu, peran keluarga, orang tua, pendidik, dan lingkungan sangat penting dalam mencegah terjadinya tawuran.
“Pencegahan tawuran harus dimulai dari keluarga. Anak-anak kita mungkin baik di rumah, tetapi lingkungan di luar bisa membawa pengaruh yang tidak positif,” katanya.
Selain itu, Tumpal juga mengingatkan seluruh ASN untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang saat ini melanda berbagai wilayah di Indonesia dan berpotensi menimbulkan bencana.
Ia mengajak ASN untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memastikan saluran air di sekitar tempat tinggal tetap bersih guna mencegah banjir, karena dalam situasi kebencanaan, seluruh ASN merupakan tenaga cadangan yang siap membantu masyarakat tanpa memandang tugas pokok dan fungsinya.
“Kita semua memiliki tanggung jawab sebagai ASN dalam pelayanan kepada masyarakat, terutama saat terjadi kondisi darurat atau bencana,” pungkasnya. (Lam)






