Sebanyak 98 peserta dari unsur petugas gerobak pilah sampah, kader PKK, dasa wisma, perwakilan RW mengikuti sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (19/10).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong para peserta untuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan guna memperoleh perlindungan saat menjalankan aktivitas pekerjaan.Camat Kembangan, M. Fahmi Karsawijaya, mengatakan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan penting, terutama bagi pekerja lapangan seperti petugas pemilah sampah yang memiliki risiko kecelakaan kerja.Menurutnya, peserta dapat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri dengan iuran Rp8.400 per bulan setelah mendapat potongan 50 persen dari iuran normal sebesar Rp16.800.“Dengan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, mereka mendapatkan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ujar Fahmi.Ia berharap program tersebut dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi para pekerja lapangan sehingga dapat menjalankan tugas secara optimal dan produktif.Sementara itu, petugas gerobak pemilah sampah RW 07 Kelurahan Srengseng, Sutarno, mengaku tertarik mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan karena manfaatnya dinilai besar dengan iuran yang terjangkau.“Kami masih harus berdiskusi dengan istri terlebih dahulu. Namun, kalau melihat manfaatnya, memang sangat besar, apalagi iuran bulanannya masih terjangkau. Mudah-mudahan saya bisa ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.Lurah Srengseng, Tariswan, menuturkan bahwa penerapan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Masyarakat Mengolah dan Memilah Sampah dari Sumbernya telah membawa perubahan pada pola pengangkutan sampah di wilayahnya.Petugas gerobak yang mengangkut sampah dari rumah warga menuju TPS 3R Meruya Selatan kini turut melakukan pemilahan dan pengolahan sampah.“Kami meminta setiap petugas gerobak mengangkut sampah yang sudah terpilah. Kami juga akan memasang stiker pada rumah warga yang telah melakukan pemilahan sampah,” jelas Tariswan. (Why)





