Sebanyak 69 dari 98 rumah tangga atau sekitar 70 persen warga di Jalan Kembang Asri, Blok B, RT 006/RW 08, Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, tercatat aktif memilah sampah dari rumah. Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, warga setempat juga mendapatkan stiker rumah memilah sampah.
Lurah Kembangan Selatan, Junaidi, mengatakan pendataan rumah memilah sampah telah dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis. Hasil pendataan menunjukkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya mulai terbentuk.
“Capaian ini menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan rumah tangga,” ujar Junaidi, Kamis (22/10).
Ia menjelaskan, rumah tangga yang aktif memilah sampah ditandai dengan kebiasaan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.
Menurutnya, pemilahan sampah penting dilakukan agar setiap jenis sampah dapat dikelola sesuai karakteristiknya. Dengan demikian, sampah yang masih dapat dimanfaatkan atau didaur ulang tidak tercampur dengan jenis sampah lainnya.
Junaidi mengapresiasi warga yang telah menerapkan kebiasaan memilah sampah. Ia juga mengajak masyarakat untuk mempertahankan konsistensi tersebut sekaligus mendorong warga yang belum melakukannya agar mulai memilah sampah dari rumah masing-masing.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Yani (45), warga RW 08 Kembangan Selatan, terpilih sebagai Duta Pilah Sampah. Ia diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus memberikan contoh positif bagi warga lainnya untuk menerapkan pemilahan sampah secara konsisten. (Kontri)





