Sebanyak 402 siswa dari enam sekolah jenjang SMP dan SMA di Jakarta Barat mengikuti kegiatan Pajak Bertutur 2026 yang digelar serentak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kamis (3/9).
Kepala Kanwil DJP Jakarta Barat, Farid Bachtiar, mengatakan Pajak Bertutur merupakan program tahunan DJP untuk mengenalkan kesadaran dan pemahaman perpajakan kepada peserta didik sejak dini.
“Kami memilih datang ke Notre Dame untuk menyapa, belajar, dan memperkenalkan pajak. Kenapa pajak dipungut? Supaya negara ini tetap berdiri, tetap bisa memberikan layanan kepada warga negaranya,” ujar Farid saat membuka kegiatan di SMP Notre Dame Puri Indah.
Menurutnya, pemahaman mengenai pajak dapat dikenalkan melalui berbagai aktivitas sederhana yang dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pajak diharapkan tidak dipandang sebagai sesuatu yang baru mereka kenal ketika memasuki usia dewasa.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Notre Dame, Suster Maria Graciela, menilai pemahaman perpajakan merupakan bekal penting bagi peserta didik sebelum menjadi wajib pajak di masa mendatang.
“Sebelum menjadi wajib pajak di masa depan nanti, tentunya kita perlu memahami apa yang menjadi kewajiban dan hak kita,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh siswa melalui Pajak Bertutur dapat diteruskan kepada keluarga di rumah sehingga turut meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Harapannya setelah mendengarkan informasi dari kegiatan ini, maka bisa bertutur lagi kepada keluarga di rumah, sehingga dapat memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai ketentuan. Itu merupakan salah satu cara kita berpartisipasi sebagai anak bangsa,” jelasnya. (Why)





