Sebanyak 282 siswa baru SMKN 45 Jakarta Barat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama lima hari mulai Senin (13/7) hingga Jumat (17/7) di sekolah tersebut.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat. M. Arief Rachman, mengatakan ada dua fokus utama pada kegiatan MPLS tahun 2026. Pertama, membangun kebiasaan siswa untuk memilah dan mengolah sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Kedua, lanjut Arief, yaitu memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan dan perundungan.
“Pesan yang pertama, untuk para guru berikan yang terbaik kepada anak-anak murid baru kita. Pastikan mereka merasa aman dan nyaman serta diterima di sekolah yang baru ini. Untuk kakak-kak kelasnya, temani mereka, rangkul mereka, jangan biarkan ada perundungan, bullying, dan kekerasan lain kepada adik-adik yang baru ini,” tuturnya saat ditemui di sela kegiatan.
Menurut Arief, keberhasilan MPLS tak hanya tanggung jawab guru. Keterlibatan siswa senior juga sangat dibutuhkan untuk mendampingi peserta didik baru agar cepat beradaptasi.
Selain itu, ia juga memaparkan bahwa SMKN 45 Jakarta Barat telah menerapkan budaya peduli lingkungan sejak tahun 2021 melalui program zero net sampah serta pembatasan penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah.
Kebijakan itu merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk membentuk peserta didik yang disiplin, bertangung jawab dan peduli lingkungan.
“Melalui MPLS ini kami ingin siswa baru tidak hanya mengenal ruang kelas, tetapi juga memahami nilai kepedulian, kebersamaan, disiplin, dan saling menghormati,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 45 Jakarta, Desnila Sari menuturkan, sebanyak 282 siswa baru mengikuti MPLS yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga hari Jumat mendatang.
"Agenda MPLS hari pertama diisi dengan upacara, salam sapa murid baru, edukasi pencegahan kekerasan, dan sosialisasi pilah-pilah sampah," tukasnya. (why)





