Konsistensi Marini selama hampir 13 tahun mengelola Bank Sampah Berdikari di RW 03, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, mengantarkan bank sampah tersebut menjadi salah satu nominator 15 besar program Pilah Sampah Heroes tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Sebagai bagian dari tahapan penilaian, tim penilai melakukan verifikasi lapangan di Bank Sampah Berdikari, Kamis (5/11). Kegiatan tersebut untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan sampah serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung gerakan pemilahan sampah.
Marini menceritakan, Bank Sampah Berdikari mulai berdiri pada 19 Desember 2013. Berawal dari keprihatinannya melihat lingkungan yang dipenuhi tumpukan sampah, ia kemudian menyambut baik pembentukan bank sampah di wilayahnya sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan bersih.
Pada awal berdiri, Bank Sampah Berdikari hanya memiliki 10 nasabah. Meski sempat menghadapi berbagai tantangan hingga kegiatan operasionalnya pernah terhenti selama sekitar satu tahun, Marini bersama pengurus kembali mengembangkan bank sampah tersebut. Seiring waktu, kegiatan yang dilakukan semakin beragam, mulai dari pengelolaan sampah organik dan anorganik, budidaya maggot, urban farming, pembuatan eco-enzyme, hingga pemberdayaan remaja.
Menurut Marini, keberadaan bank sampah juga memberikan perubahan signifikan bagi masyarakat, terutama dari sisi ekonomi. Sampah yang sebelumnya dibuang kini dapat dikumpulkan dan ditabung sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi warga.
"Perubahannya sangat signifikan. Sampah yang tadinya hanya dibuang akhirnya dikumpulkan dan ditabung. Itu ada penghasilan untuk nasabah. Bahkan, ada nasabah kami yang dalam satu bulan bisa mendapatkan sampai Rp1 juta," ungkapnya.
Ke depan, Marini berharap Bank Sampah Berdikari dapat terus berkembang melalui keterlibatan generasi muda sehingga keberlangsungan pengelolaan sampah tetap terjaga. Ia juga ingin praktik baik yang telah berjalan dapat dikembangkan melalui pembinaan bank sampah di RW maupun kelurahan lainnya.Lurah Joglo, Rizky Denni Ananda mengatakan, salah satu keunggulan Bank Sampah Berdikari adalah kemampuannya mengelola sampah organik dan anorganik. Selain plastik dan kardus, bank sampah tersebut juga menerima sisa sayuran, makanan, hingga buah-buahan untuk diolah.
"Harapan saya ke depannya agar dapat menular ke seluruh wilayah yang ada di Joglo. Kemudian, pengelolaannya bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi pelayanannya," ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota tim penilai Pilah Olah Sampah Heroes, Ied Sabilla, mengapresiasi berbagai praktik pengelolaan lingkungan yang diterapkan Bank Sampah Berdikari. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas pemilahan dan pengolahan sampah, tetapi juga mencakup budidaya maggot, pertanian (urban farming), serta pembuatan lubang biopori.
Ia juga menilai kekompakan masyarakat dan kemampuan Marini dalam menggerakkan warga menjadi salah satu faktor penting keberlangsungan kegiatan tersebut.
"Harapannya, semangat dan kekompakan masyarakat di sini bisa menular ke yang lain, khususnya masyarakat Jakarta Barat," ungkapnya.
Sebagai informasi, saat ini, proses seleksi program Pilah Olah Sampah Heroes tingkat Provinsi DKI Jakarta masih berlanjut melalui tahapan verifikasi lapangan di sejumlah lokasi peserta. Hasil akhir penilaian dan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 10 November mendatang. (Lam)






