Menurut Diaz, keberhasilan warga RW 09 Meruya Utara menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
"Ini menjadi pengingat bagi kami semua bahwa pemerintah perlu mengambil peran yang lebih besar. Yang perlu kami pikirkan sekarang adalah apa lagi yang bisa kami bantu untuk mendukung masyarakat yang sudah bekerja sejauh ini," katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat saat ini tengah berupaya mencapai target pengolahan sampah secara menyeluruh sesuai arahan Presiden. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai target tersebut.
"Dengan adanya Bapak dan Ibu yang sudah bergerak seperti ini, artinya sudah membantu pemerintah mencapai target pengolahan sampah yang lebih baik. Yang akan merasakan manfaatnya tentu kita semua," ungkapnya.Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu fokus utama Pemkot Jakarta Barat. Menurutnya, berbagai RW percontohan yang telah terbentuk membuktikan bahwa masyarakat mampu menjadi bagian dari solusi persoalan lingkungan.“Jakarta Barat terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi,” jelas Iin.Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah bukan hanya aspek teknis, melainkan perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa memilah dan mengolah sampah dari rumah tangga.Saat ini, Pemkot Jakarta Barat memiliki 585 RW dan menargetkan semakin banyak wilayah menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui program studi tiru dan pendampingan antarwilayah.“Kami berharap semakin banyak RW menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah. Jakarta Barat siap menjadi wilayah percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” pungkasnya. (Lam)






