Muhammad Hamiz Ghani Ayusha (Bang Ghani) dan Baiq Mahatma Zahra Renaisantya Misbah (None Rena) resmi dinobatkan sebagai Abang dan None (Abnon) Jakarta Barat 2026 pada Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta Barat yang digelar di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Grogol Petamburan, Jumat (18/7) malam.
Malam puncak pemilihan dibuka oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainnah. Hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata, Anggota DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono, para asisten, pimpinan perangkat daerah, Ketua TP PKK Jakarta Barat Ety Syartika, para camat dan lurah.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menegaskan bahwa pemilihan Abang None bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, mencintai budaya, dan memiliki komitmen membangun Jakarta Barat serta Kota Jakarta.
"Malam hari ini bukan hanya sekadar seremonial atau ajang kompetisi untuk memilih siapa yang terbaik dari yang terbaik. Lebih dari itu, malam ini merupakan sebuah momentum untuk melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter budaya, serta memiliki komitmen dalam membangun Jakarta Barat dan Kota Jakarta," ujar Iin.
Menurutnya, seluruh finalis telah menunjukkan kualitas melalui proses seleksi, pembekalan, hingga pengembangan kapasitas yang panjang.
Iin mengatakan para finalis tidak hanya memiliki penampilan yang baik, tetapi juga wawasan, integritas, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang akan menjadi bekal sebagai duta pariwisata dan budaya Jakarta Barat.
Ia juga menyoroti potensi wisata unggulan Jakarta Barat, seperti kawasan Kota Tua dan Pecinan Glodok, yang terus dikembangkan sebagai destinasi berkelas dunia. Menurutnya, transformasi Jakarta menuju kota global membutuhkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman, menguasai teknologi, sekaligus tetap mencintai budaya.
"Saya berharap siapa pun yang terpilih malam ini tidak berhenti hanya pada seremoni penyematan selempang saja. Hadirlah di tengah masyarakat, promosikan kekayaan budaya Jakarta Barat dan jadilah mitra pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat," pesannya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat, Sherly Yuliana, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengusung tema "Nadi Jakarta Barat: Global & Berbudaya". Tema tersebut terinspirasi dari sejarah kawasan Pecinan Glodok, Kota Tua, dan Kali Besar sebagai titik pertemuan berbagai budaya sejak abad ke-17 yang menjadi cikal bakal identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berbudaya.
Menurut Sherly, pemilihan Abang None Jakarta Barat merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya dan pariwisata Jakarta.
"Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri, minat, bakat, dan kemampuan mereka, sekaligus memperkuat rasa cinta dan rasa memiliki terhadap kebudayaan dan pariwisata yang ada di Jakarta Barat dan DKI Jakarta," katanya.
Sherly menjelaskan, proses seleksi tahun ini berlangsung sejak 6–7 Juni 2026 dan berhasil menjaring 30 finalis atau 15 pasang Abang None. Seluruh finalis kemudian mengikuti pembekalan intensif pada 8 Juni hingga 17 Juli 2026 yang meliputi wawasan pemerintahan, kepariwisataan, kebudayaan Betawi, hingga teknik komunikasi publik.
Sebagai bagian dari rangkaian menuju malam final, para finalis juga mengikuti kegiatan Road to Final atau Malam Keakraban di Puri Indah Mall pada 10 Juli 2026 dengan menampilkan peragaan busana Batik Gobang, batik khas Jakarta Barat hasil kreativitas masing-masing finalis. Tahapan seleksi dilanjutkan dengan penjurian tengah sebelum akhirnya terpilih tujuh pasang pemenang Abang None Jakarta Barat 2026.
Para pemenang nantinya akan mengemban tugas sebagai Duta Pariwisata dan Duta Budaya Jakarta Barat, sekaligus mewakili wilayah tersebut dalam berbagai kegiatan promosi pariwisata dan pelestarian budaya di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Selain pasangan juara, dewan juri juga menetapkan para pemenang lainnya. Gelar Wakil I diraih oleh Muhammad Zakky Fuady dan Berlian Rosalia Rumfabe, sedangkan Wakil II diraih Muhammad Figo Zulvan Nazmi dan Salsabila Nur Fadhilah.Untuk kategori Harapan I, penghargaan diberikan kepada Devaardhan Gandhi Hanafi dan Diarra Annisa Rachbini. Selanjutnya, Harapan II diraih Raihan Fadillah Ramadhan dan Adnin, sedangkan Harapan III diberikan kepada Glenivan Nathanael Andi dan Cahaya Nareswari.Adapun penghargaan Favorit diraih oleh Muhammad Figo Zulvan Nazmi sebagai Bang Favorit dan Diarra Annisa Rachbini sebagai Non Favorit. (Lam)




