Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya dugaan penipuan berkedok lowongan kerja (Loker) yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta memastikan kebenaran informasi dengan mengonfirmasi langsung kepada instansi berwenang.
"Kami minta masyarakat untuk berhati-hati dalam hal membaca dari media sosial, yang tentu kita harus pastikan kebenarannya," ujarnya saat dikonfirmasi terkait informasi dari sejumlah media yang menyoroti dugaan kasus rekrutmen lowongan pekerjaan palsu di wilayah Jakbar, Rabu (8/7).
Menurutnya, masyarakat yang menemukan informasi lowongan kerja mencurigakan dapat mengonfirmasi kepada Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Barat atau Satpel Nakertransgi di tingkat kecamatan.Iin juga menginstruksikan Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Barat untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya penipuan lowongan kerja melalui platform media sosial. Selain itu, Iin meminta Sudis Nakertransgi Jakbar terus mengedukasi masyarakat mengenai pelaksanaan job fair resmi yang diselenggarakan pemerintah kota."Job fair merupakan wadah resmi yang menyediakan peluang kerja bagi para pencari kerja. Informasi ini perlu diperkuat agar diketahui seluruh masyarakat," katanya.Ditambahkan Iin, Job fair yang digelar Sudis Nakertransgi Jakarta Barat merupakan wadah resmi yang menyediakan peluang kerja bagi para pencari kerja. "Harapannya, job fair ini bisa dipahami dan diketahui oleh masyarkat. Mungkin ada masyarakat yang belum tahu mengenai job fair, sehingga informasi ini perlu dikuatkan lagi ke seluruh lapisan, termasuk menginformasikan melalui media sosial," tambahnya.Sebelumnya, sejumlah media memberitakan dugaan praktik penipuan rekrutmen kerja di Jakarta Barat. Modusnya, pelamar dijanjikan diterima bekerja, namun diminta membayar sejumlah uang untuk biaya administrasi, seragam, hingga pemeriksaan kesehatan dan yang lainnya. Salah satu korban, berinisial JMP (18) dilaporkan mengalami kerugian dan telah menyetorkan uang sebesar Rp2,5 juta setelah memperoleh informasi lowongan kerja melalui media sosial pada pekan lalu. (Why)






