Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengapresiasi penyelenggaraan Multi Stakeholder Forum tahun 2026 yang digelar di Menara Peninsula Hotel, Jalan Letjend S Parman, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Selasa (21/7).
Hal tersebut disampaikan saat Iin menjadi Keynote Speech atau pembicara pada kegiatan tersebut dengan materi “Membangun Jakarta Barat sebagai Kawasan Investasi dan Bisnis”. Kegiatan kolaborasi Warta Kota Network dan PLN UID Jakarta Raya tersebut mengusung tema “Listrik Andal Dukung Pertumbuhan Bisnis”. Menurut Iin, tema tersebut sangat relevan.
“Ketika berbicara tentang pertumbuhan usaha, kita tidak hanya berbicara mengenai modal, pasar dan lokasi. Kita juga berbicara mengenai kepastian infrastruktur. Salah satu yang paling mendasar adalah tersedianya listrik yang andal, aman, berkualitas dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan usaha,” tandasnya.
Lebih lanjut Iin mengatakan, Jakarta Barat mempunyai karakter ekonomi yang sangat beragam. Di wilayah ini terdapat pusat perdagangan, perbelanjaan, kawasan pergudangan, industri manufaktur, plastik, rumahan, hotel, rumah sakit, perkantoran, UMKM serta kawasan wisata sejarah dan kuliner.
Ia pun menyebut data BPS yang menunjukan pada tahun 2025 produk domestik regional bruto Jakarta Barat mencapai Rp 670,13 triliun atau sekitar 17,06 persen dari total APBD DKI Jakarta. Pada tahun yang sama, perekonomian Jakarta Barat tumbuh sebesar 5,26 persen. Perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 19,76 persen.
Sedangkan sektor tersier memberikan rata-rata kontribusi sekitar 80,02 persen selama periode 2021 sampai 2025.
“Angka ini menegaskan bahwa Jakarta Barat merupakan salah satu motor penting perekonomian Jakarta. Keragaman tersebut menjadi kekuatan Jakarta Barat. Namun, pada saat yang sama hal ini juga melahirkan kebutuhan infrastruktur dan pelayanan yang semakin kompleks,” ujar Iin.
Ia menambahkan, kawasan komersial membutuhkan pasokan energi yang stabil. Industri memerlukan kepastian kapasitas dan kontinuitas produksi. UMKM membutuhkan layanan yang mudah dijangkau. Sementara itu, kegiatan usaha berbasis digital memerlukan kualitas listrik yang semakin baik.
“Oleh karena itu, pertumbuhan Jakarta barat perlu dipersiapkan melalui perencanaan yang terintegrasi. Pengembangan kawasan, pelayanan publik, transportasi, pengelolaan lingkungan, sistem digital dan penyediaan energi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” tegas Iin.
Narasumber menghadirkan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, Kasudis PPKUKM Jakbar, Andronico Parulian, dan Koordinator Dewan Pakar INAPLAS, Helmilus Moesa.
Kegiatan dihadiri para Manager PLN di Jakarta Barat, pimpinan Warta Kota Network, para pimpinan asosiasi, pelaku industri, pengelola pusat perdagangan dan kawasan komersial, akademisi, komunitas, insan media, perangkat wilayah setempat dan lainnya. (Aji)






