Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan tidak ada kata terlambat bagi wilayah untuk mencapai status setop buang air besar sembarangan (BABS) sebagai upaya menjaga kesehatan warga masyarakat.
“Ternyata pada tahun 2026, di Jakarta masih ada yang seperti itu (BABS). Jadi bagi saya, mari, tidak ada kata terlambat,” tandas Rano saat Deklarasi Komitmen STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) atau ODF (Open Defecation Free), di RW 12 di Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (29/6).
ODF atau setop BABS di Jakarta merupakan program yang bertujuan mewujudkan sanitasi total. Tujuannya, menekan penyebaran penyakit berbasis lingkungan (seperti diare dan cacingan), mencegah stunting, serta menciptakan lingkungan bersih yang meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta secara keseluruhan.
Adapun syarat sebuah wilayah bisa mendeklarasikan diri bebas BABS, yakni minimal 500 kepala keluarga menggunakan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang sesuai dengan standar. Namun, tambah Rano, belum semua wilayah di Jakarta yang memiliki MCK. “Di belakang bioskop M ada satu wilayah enggak punya MCK, semuanya di kali. Pelan-pelan mari kita perbaiki,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengungkapkan untuk di Jakarta Barat, khususnya wilayah Kelurahan Tomang yang baru mendeklarasikan status ODF total ada tujuh MCK komunal. Saat ini, dari delapan kecamatan dan 56 kelurahan di Jakarta Barat semuanya sudah mendeklarasikan status ODF atau STBM.
“Target empat MCK komunal yang kami bangun. Kami mengajak para kolaborator. Lima kami bisa bangun dan rua revitalisasi. Total seluruhnya tujuh MCK komunal yang telah kami fasilitasi bersama dan untuk masyarakat,” sebutnya. (Aji)





