Untuk mengatasi masalah sampah, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat mengembangkan pemanfaatan lubang biopori. Sebagai percontohan, pemasangan lubang biopori diprioritaskan di lingkungan permukiman warga RW 04.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Tomang, Hipni, mengungkapkan Lurah Tomang, Mansyur telah mencanangkan program 1.000 lubang biopori untuk mengatasi sampah di wilayahnya. Hingga kini, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 200 unit instalasi biopori.
"Berdasarkan Ingub nomor 5 tahun 2026, kita harus melakukan pemilahan sampah dari sumber. Maka Kelurahan Tomang sosialisasi itu ke warga melalui program 1.000 biopori dan bank sampah di setiap RW," ujarnya, Rabu (13/5).
Lebih lanjut dikatakan Hipni, lubang biopori yang disiapkan tidak hanya berfungsi sebagai resapan air. Teknik yang dikembangkan pihaknya juga menyiapkan lubang biopori yang ditanam bisa menampung sampah organik, khususnya sampah masakan.
Lubang biopori itu dibuat menggunakan pipa paralon 4 inch sepanjang sekitar 50 sentimeter yang ditanam di area tanah dengan lahan terbatas. Sedangkan bila ditanam di tanah dengan areal lahan memadai, lubang biopori dari pipa paralon ditambah ember bekas cat pada bagian atas.
Hipni menjelaskan, sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori itu tidak akan menimbulkan bau karena dibubuhi formula EM4 dan gula. Hasilnya, sampah akan cepat terurai dan menjadi tanah kembali.
Hingga kini pihaknya telah merakit sebanyak 200 unit perangkat lubang biopori. Dari jumlah itu, sekitar 15 di antarnya sudah ditanam di tiga RW yakni, RW 04, 07 dan RW 09 Tomang.
"Tapi memang mayoritas itu di RW 04. Rencananya, RW 04 ini akan jadi pilot project program 1.000 biopori," ungkapnya.
Hipni menambahkan, tidak hanya membuat lubang biopori, pada area lahan Taman Sekretariat RW 04 pihaknya juga telah merampungkan pembangunan bak komposting. Nantinya, beragam sampah organik dari kawasan permukiman warga akan dicacah dan dimasukkan dalam bak komposting itu. Setelah melalui tahap fermentasi, sampah bisa diolah menjadi pupuk padat dan cair.
Program biopori dan komposting ini secara bertahap akan diterapkan ke 15 RW lainnya di wilayah Tomang. Diharapkan, Januari 2027 mendatang wilayah Kelurahan Tomang sudah bisa mengimplementasikan zero waste sampah dan mengurangi pembuangan ke TPST Bantar Gebang.
"Biopori ini bisa ditanam di lahan fasos fasum dan juga areal rumah warga. Warga yang berminat silakan menghubungi pihak kelurahan melalui RT/RW masing masing," pungkasnya. (Aji)






