Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI) Jakarta Barat menginisiasi program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui transformasi ibu rumah tangga menjadi agen distribusi micro-hub di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyambut baik audiensi IWAPI dan tim Segitiga Emas yang berlangsung di Ruang Tamu Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (14/4). Program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi mandiri guna menghadapi tantangan ekonomi global.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menekankan bahwa fokus utama dari kerja sama ini adalah kemandirian perempuan, khususnya bagi mereka yang berperan sebagai kepala keluarga.
"Tugas pokok IWAPI adalah mengajak wanita, baik yang baru memulai maupun yang ingin menjadi pengusaha, untuk mendapatkan ruang pelatihan dan bimbingan. Kami berharap ini bisa dikerjasamakan dengan koperasi yang sudah ada, seperti Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan," ujar Iin Mutmainnah.
Ia juga menambahkan bahwa indikator kesuksesan program ini tidak hanya dilihat dari volume penjualan komoditas. "Keberhasilan program ini bukan diukur dari berapa ton sembako yang terjual, melainkan berapa banyak ibu rumah tangga yang memiliki arus kas mandiri setiap bulannya melalui produk tersebut," tegasnya.
Selain menyasar ibu rumah tangga secara umum, program ini juga akan melibatkan kader penggerak masyarakat seperti PKK dan dasawisma, serta memanfaatkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sebagai sarana pembelajaran.
Di lokasi yang sama, Ketua IWAPI Jakarta Barat, Nelly So, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons terhadap kondisi ekonomi dunia yang sedang tidak menentu. IWAPI mendorong ibu rumah tangga untuk memulai usaha dari rumah, baik secara langsung maupun melalui platform daring (online).
"Tujuan kami adalah menciptakan ekosistem ekonomi mandiri dengan mentransformasi ibu rumah tangga menjadi agen distribusi micro-hub menggunakan produk sembako 'Segitiga Emas'. Dengan sistem social commerce, kita bisa mencapai efisiensi harga kolektif," jelas Nelly.
Program ini juga mendorong hilirisasi UMKM, di mana bahan baku murah yang didistribusikan akan diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah. Produk-produk tersebut diharapkan dapat diserap kembali oleh pasar lokal serta instansi pemerintah, sehingga menciptakan perputaran ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Jakarta Barat.






