Sebanyak 7.669 Orang Tua Asuh (OTA) tersebar di enam kelurahan se Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat untuk mendukung implementasi teknologi wolbachia di wilayah tersebut.
Kepala Suku Dinas (Sudis) Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menyebut jumlah OTA per kelurahan di Kecamatan Cengkareng, yakni Kelurahan Cengkareng Barat 1.232 orang, Cengkareng Timur 1.416, Kedaung Kaliangke 797, Kapuk 1.681, Duri Kosambi 1.459, dan Rawa Buaya 1.084 orang. “Total Orang Tua Asuh se Kecamatan Cengkareng sebanyak 7.669, tersebar di enam kelurahan. Semoga implementasi teknologi nyamuk Aedes ber-wolbachia di wilayah Kecamatan Cengkareng bisa terlaksana dengan baik dan memberikan dampak penurunan angka kasus DBD yang signifikan,” ujar Sahruna, saat dihubungi, Jumat (28/8).Diungkapkan Sahruna, tahapan persiapan implementasi wolbachia di Kecamatan Cengkareng telah dilaksanakan, antara lain survey penerimaan masyarakat pada November 2025 hingga Januari 2026, sosialisasi program di November 2025 sampai Desember 2025, dan pendataan calon OTA ember telur nyamuk ber-wolbachia pada Desember 2025 hingga Juni 2026.Untuk diketahui, Kecamatan Cengkareng merupakan wilayah kedua yang menjadi lokus perluasan implementasi metode wolbachia dari delapan kecamatan di Jakarta Barat setelah Kecamatan Kembangan. Peluncuran wolbachia dilaksanakan di RPTRA Utama, Kelurahan Cengkareng Barat, Jumat (21/8) lalu.Sahruna mengungkapkan, hingga 20 Agustus 2026 tercatat 1.591 kasus DBD di Jakarta Barat dengan incident rate (IR) 62,3 per 100.000 penduduk. Kecamatan Cengkareng menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Jakarta Barat, yakni 563 kasus dengan IR 96,7 per 100.000 penduduk. Sementara Kelurahan Kapuk tercatat 234 kasus dengan IR 133,6.“Ini cukup tinggi, khususnya di Kecamatan Cengkareng. Oleh karena itu kami pilih Kecamatan Cengkareng menjadi implementasi kedua program Wolbachia di Jakarta Barat, setelah Kecamatan Kembangan,” jelas Sahruna.Menurutnya, penerapan Wolbachia di Kecamatan Kembangan telah memberikan dampak terhadap penurunan kasus DBD.“Belajar dari Kecamatan Kembangan itu butuh waktu dua tahun untuk sampai menjadi bagus hasilnya. Kami berharap jangan sampai dua tahun, mudah-mudahan setahun sudah bisa berhasil,” pungkasnya. (Aji)





