Jajaran Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat terus menggencarkan sosialisasi gerakan pilah sampah dari sumbernya sebagai upaya penanganan sampah di wilayah tersebut.
“Sosialisasi ke semua RW sudah kami lakukan terkait pemilahan sampah dan darurat sampah di DKI Jakarta,” ujar Lurah Cengkareng Barat, Mustika Berliantoro, saat dikonfirmasi, Selasa (12/5).
Berliantoro juga menjelaskan, saat ini penumpukan sampah di Jakarta Barat sebanyak 700 ton per hari, yang terdiri dari 18 RW dan 190 RT.
“Khusus Kelurahan Cengkareng Barat di RW 05 Bambu Larangan Komplek Kebersihan saat ini menjadi tempat parkir sampah dan truk sampah dari berbagai kelurahan menunggu untuk dikirim ke Bantar Gebang,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, gerakan pilah sampah dari sumbernya perlu dukungan seluruh komponen masyarakat dan warga.
“Butuh dukungan dari warga masyarakat untuk memulai pemilahan, karena per bulan Agustus yang diterima Bantar Gebang hanya residu. Saya selalu sosialisasi ke setiap pertemuan dengan RW dan masyarakat untuk memulai pemilahan,” ujarnya.
Terkait tumpukan sampah yang dikeluhkan warga di RT 02 RW 18, area lapangan lingkungan Jalan Palem Lestari, ia mengungkapkan pihaknya selalu koordinasi dengan Satpel Lingkungan Hidup (LH) setempat.
“Kami selalu berkoordinasi setiap hari dengan Satpel LH di kecamatan untuk masalah penumpukan sampah di setiap RW,” tandasnya.
Sebelumnya terinfo dalam ALERT (Media Massa), “Warga Keluhkan Tumpukan Sampah Hampir Sebulan di Kelurahan Cengkareng Barat: Koordinasi RT dan RW Jadi Sorotan”
Warga di Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, menyampaikan keluhan terkait tumpukan sampah yang tidak diangkut selama hampir satu bulan. Kondisi ini telah menimbulkan bau tidak sedap dan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi lingkungan sekitar.
Laporan tersebut menyoroti lemahnya koordinasi antara pihak pengurus RT/RW dengan petugas kebersihan di lapangan sebagai penyebab utama keterlambatan pengangkutan. Warga berharap adanya evaluasi mendalam terhadap manajemen kebersihan di tingkat lokal agar tumpukan sampah tidak terus berulang dan segera mendapatkan penanganan darurat. (Aji)





