Suku Dinas Kesehatan (Sudiskes) Jakarta Barat terus mempercepat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan skrining yang terintegrasi dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Diketahui, hingga 29 Agustus 2026, kegiatan skrining terintegrasi CKG telah dilaksanakan di 202 lokus dari total 631 lokus yang menjadi sasaran di seluruh wilayah Jakarta Barat.
"Dari target 631 lokus di seluruh kecamatan, kegiatan ini telah berjalan di 202 lokus hingga 29 Agustus 2026," ujar Kepala Sudiskes Jakarta Barat, dr. Sahruna, saat memimpin apel pagi aparatur sipil negara (ASN) di Lapangan Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (31/8).
Menurutnya, percepatan penemuan kasus TBC menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Jakarta Barat. Melalui skrining yang dilakukan secara terintegrasi dengan CKG, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan apabila ditemukan indikasi TBC.
Sahruna juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap TBC sebagai aib. Ia menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila penderita mendapatkan pengobatan secara tepat dan tuntas.
"Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan bahwa TBC bukanlah aib, melainkan penyakit menular yang dapat disembuhkan," katanya.
Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung upaya penanggulangan TBC, termasuk mendorong masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan dan skrining apabila memiliki faktor risiko atau gejala yang mengarah pada TBC.
Selain program penemuan kasus TBC, Sudis Kesehatan Jakarta Barat mencatat sejumlah capaian di bidang kesehatan. Seluruh delapan kecamatan di Jakarta Barat telah menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan mencapai status Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF).
Pemkot Jakarta Barat juga meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan terkait capaian imunisasi T2 Plus pada wanita usia subur terbaik untuk periode 2025 dan triwulan I 2026. Dalam penilaian Jambore Kader tingkat Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Barat juga masuk tiga besar.
Sahruna menambahkan, upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
"Mari kita mulai dari diri sendiri, dari lingkungan kerja kita, dan dari hal-hal sederhana yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tandasnya. (Hfz)





