Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat meminta kepada Suku Dinas Kesehatan untuk mengerahkan 'Pasukan Putih' memonitor kondisi kesehatan warga yang terdampak banjir.
"Untuk penanganan kesehatan pasca genangan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan melalui Pustu (Puskesmas pembantu) di wilayah terdampak untuk terus memantau kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan, anak-anak dan lansia," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, pada saat meninjau pengerukan di Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1).
Dijelaskan Iin, Pasukan Putih melakukan monitoring bekerjasama dengan kader Dasawisma, RT dan RW agar memastikan warga yang sakit mendapatkan penanganan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna mengatakan, pihaknya akan memberikan layanan kesehatan ulang kepada warga yang terdampak banjir di wilayah. Untuk membantu warga yang terdampak sekaligus mencegah munculnya penyakit pasca banjir.
"Tadi dalam rapat dengan bu wali juga diminta untuk melakukan kunjungan ulang sebagai follow up, terutama untuk kelompok rentan," ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan nantinya menyasar pada wilayah-wilayah terdampak banjir, seperti Rawa Buaya, Kedaung Kali Angke, Kembangan Utara, Kembangan Selatan dan sebagainya.
Dalam layanan tersebut, lanjut Sahruna, pihaknya mengerahkan mengerahkan tenaga kesehatan, termasuk Pasukan Putih untuk memonitor warga yang terdampak pasca banjir.
"Bukan cuma oleh pasukan putih, tapi dibantu juga oleh tenaga kesehatan Pustu," tukasnya.
Berdasarkan informasi dari Sudis Kesehatan Jakarta Barat, tim kesehatan menemukan sejumlah keluhan warga yang terdampak banjir, terutama warga rentan dan anak-anak.
"Keluhannya tekanan darah tinggi, batuk pilek pada anak serta sakit kulit," tambah Sahruna. (why)





