Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan normalisasi tiga sungai untuk mengatasi banjir di wilayah DKI Jakarta. Tiga sungai tersebut adalah Banjir Kanal Barat (Ciliwung), Krukut dan Cakung Lama.
"Untuk jangka menengah, Jakarta akan melakukan normalisasi pada tiga sungai utama: Ciliwung, Krukut dan Cakung Lama," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau pengerukan di Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1).
Khusus normalisasi Sungai Ciliwung, lanjut Pramono Anung, akan dikerjakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Untuk Ciliwung, pengerjaan sudah dimulai bersama pemerintah pusat untuk pembuatan tanggul dan sebagainya. Sedangkan Sungai Krukut dan Cakung Lama akan dimulai normalisasi pada tahun ini," tuturnya.
Menurutnya, normalisasi sungai itu sangat membantu Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi banjir terutama jika curah hujan berlangsung ekstrem.
"Jika normalisasi ini selesai, kita sudah melakukan antisipasi yang lebih baik, meskipun Jakarta tetap memerlukan penanganan khusus jika curah hujan di atas 200 milimeter." jelasnya.
Meski fasilitas penanganan banjir di DKI Jakarta diklaim cukup baik, Pramono juga meminta agar masyarakat turut mengambil peran dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kebiasaan itu akan memperparah banjir di Jakarta.
"Sebab kalau ini pembuangan sampahnya masih dilakukan, maka akan menganggu Cengkareng Drain dan juga mengganggu pintu-pintu air yang selama ini kita kelola. Dan untuk itu, kami mohon dan meminta kesadaran dari warga." ujar Pramono.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta meninjau pengerukan lumpur Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1).
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur DKI Jakarta mendapat penjelasan secara rinci kondisi saluran makro (Kali Sepak) secara detail melalui bagan profil dan peta aliran Kali Sepak.
"Saat ini kita berada di Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat. Aliran ini sebenarnya menuju Cengkareng Drain yang kemarin telah kita tinjau bersama," tutur Pramono Anung.
Pengerukan lumpur dilakukan, lanjut Pramono, lantaran Kali Sepak merupakan salah satu muara lintas aliran provinsi yang berperan dalam pengendalian banjir di Jakarta, seperti Kali Pesanggrahan, Mookevart, Angke, dan lainnya.
"Pengerukan dilakukan di sini untuk menjaga agar debit air tetap turun," ujarnya. (why)





