Suku Dinas Sosial Jakarta Barat telah menjangkau sebanyak 653 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama empat bulan Januari hingga April tahun 2026.
Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono mengatakan hasil penjangkuan selama empat bulan tersebut yaitu pada Januari 143 orang, Februari 203, Maret 139, dan April 168 orang.
"Total PMKS yang telah kami jangkau sebanyak dari Januari hingga April sebanyak 653 orang,” sebut Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono saat dihubungi, Senin (4/5).
Fajar merinci, dari 653 PMKS yang dijangkau selama empat bulan itu yang paling banyak gelandangan yakni 164 orang. Selanjutnya pak ogah 146, dan psikotik/ODMK 135 orang. Diungkapkan, ratusan PPKS itu dijangkau dari sejumlah titik di wilayah Jakarta Barat.
Pihaknya juga telah menempatkan posko Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di lokasi-lokasi tersebut. Antara lain, Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua dan sekitar kawasan Kota Tua.
Fajar menambahkan, sebagian besar PPKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan dasar melalui asesmen petugas.
“Jika ada PPKS bukan berasal dari DKI Jakarta, maka PPKS tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal," ujarnya.
Sedangkan PPKS asal dari Jakarta namun tidak memiliki keluarga, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan. Perujukkan pembinaan sesuai dengan klasifikasi hasil asesmen. (Aji)





