Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudis Pusip) Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar kegiatan Gerakan Sadar Tertib Arsip, di Aula Lantai 2 Gedung Kantor Sudis Pusip Jakbar, Selasa (18/11).
Mengusung tema "Satu Arsip Rapi, Sejuta Manfaat untuk Masa Depan", kegiatan dibuka Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Jakarta Barat, Amien Haji. Adapun peserta yang hadir dari UKPD/SKPD, kecamatan dan kelurahan se-Jakarta Barat.
Pada sambutannya Amien Haji mengatakan arsip merupakan sumber informasi, alat akuntabilitas, serta dasar pengambilan keputusan yang strategis di masa depan. Tanpa pengelolaan arsip yang baik, maka tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan transparan tidak akan tercapai.
“Tertib arsip bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga akuntabilitas dan integritas lembaga,” tandas Amien. Ia juga mengimbau seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan sampai selesai.
Kepala Sudis Pusip Jakarta Barat, Achmad Jazuri menjelaskan kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan arsip yang tertib, sistematis, dan sesuai kaidah kearsipan.
“Kegiatan bertujuan untuk percepatan tertib arsip di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Barat agar lebih peduli dan memahami pentingnya arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja serta sebagai memori kolektif bangsa. Arsip yang dikelola dengan baik tidak hanya mendukung kelancaran administrasi, tetapi juga menjadi landasan dalam pengambilan keputusan yang tepat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan pengelolaan arsip terbaik bagi UKPD, kecamatan, dan kelurahan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat serta sosialisasi dengan materi “Kearsipan sebagai Pilar Transparansi dan Akuntabilitas” oleh narasumber Asep Kambali, dan "Optimalisasi Pengelolaan Arsip Dinamis dalam Mendukung Tata Kelola Pemerintahan yang Baik" oleh Setyo Edy Susanto.
“Melalui gerakan ini diharapkan terbentuk budaya kerja yang peduli terhadap pengelolaan arsip, sehingga mampu menciptakan birokrasi yang transparan, efisien, dan professional,” pungkas Jazuri. (Aji)






