Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat akan berkoordinasi dengan Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air untuk melakukan pemasangan kubus apung sejauh kurang lebih 100 meter pada outlet Rumah Pompa Green Garden, Kedoya Utara, Jakarta Barat.
"Kami akan pasang kubus apung dan jaring (opsional) pada jarak kurang lebih 100 meter di Rumah Pompa Green Garden. Ini untuk menghalau/melokalisasi busa agar tidak menyebar/beterbangan di sepanjang aliran Kali Mookevart," tutur Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup, Ahmad Hariadi, saat dikonfirmasi tindak lanjut dari penanganan busa yang menimbulkan bau tak sedap pada Rumah Pompa Green Garden, Rabu (17/9).
Pemasangan kubus, lanjut Hariadi, sama dengan penanganan busa di aliran Banjir Kanal Timur (BKT) Marunda, Cilincing, Jakarta Timur. Kubus dipasang dengan tujuan busa tak tidak menyebar terlalu jauh.
Selain pemasangan kubus, pihak Sudis LH Jakbar akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Sudis SDA, Gulkarmat Jakbar dan BPBD untuk penanganan busa.
"Kami nanti bekerjasama dengan Sudis Gulkarmat Jakbar untuk melakukan penyemprotan cairan mikrorganisme. Disemprit untuk memecah busa di permukaan air, meski prosesnya membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan kualitas air," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, tim dari Sudis Lingkungan Hidup Jakarta Barat telah mengambil sampel air pada 15 September 2025 di dua titik lokasi (sebelum dan setelah rumah pompa). Selanjutnya, sampel air tersebut akan diuji di laboratorium Dinas LH DKI Jakarta.
"Untuk hasil uji sampel dari laboratorium selama 14 hari, kemudian dianalisa lebih lanjut oleh bidang PPKL Dinas Lingkungan Hidup DKI dan Sudis LH Jakbar," pungkasnya. (why)






