Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Barat akan menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) untuk memotret kondisi terkini struktur ekonomi Indonesia pascapandemi dan di tengah disrupsi digital.Sosialisasi tersebut disampaikan perwakilan BPS Kota Jakarta Barat, Nurul Hiqmah, dalam Rapat Koordinasi Kewilayahan di Aula Kantor Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (20/4).Perwakilan BPS Kota Jakarta Barat, Nurul Hiqmah mengatkan Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini mencakup seluruh lapangan usaha di luar sektor pertanian, seperti industri pengolahan, perdagangan, jasa, hingga ekonomi digital."Kami mengimbau para lurah untuk turut menyosialisasikan kepada pelaku usaha agar bersedia memberikan data secara terbuka dan menjamin kerahasiaan data responden sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.Sementara itu, Camat Kembangan, Joko Suparno, menuturkan pihaknya meminta jajaran kelurahan dan petugas lapangan meningkatkan pengawasan terhadap tindak lanjut aduan masyarakat melalui aplikasi CRM agar berjalan akurat dan berintegritas."Selainitu, kami minta kepada Para Lurah dan jajaran sektoral agar tindak lanjut aduan masyarakat melalui aplikasi CRM oleh petugas di lapangan harus disupervisi agar akurat dan berintegritas demi tetap menjaga kepercayaan publik," pungkasnya.
Diketahui, selain pembahasan Sensus Ekonomi 2026, rapat juga membahas sejumlah agenda lain, di antaranya penertiban wilayah di Srengseng dan Meruya Selatan, pembinaan kepegawaian, serta persiapan kegiatan di wilayah Kecamatan Kembangan dalam sepekan ke depan. (Kontri)





