Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menempatkan sejumlah petugas dinas perhubungan dan Satpol PP untuk mengantisipasi juru parkir liar pada off ramp exit Tol Rawa Buaya, Jalan Abdul Wahab, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng.
Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Harry Purnama mengatakan, pihaknya bersama petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat akan menempatkan sejumlah petugas pasca viral di media sosial (medsos) 'Pak Ogah' meminta uang para pengendara mobil di off ramp exit Tol Rawa Buaya.
"Kami sudah berkordinasi dengan Sudinhub Jakbar untuk mengerahkan personel di exit tol Rawa Buaya. Mereka akan berjaga mulai Senin (18/1), mulai pukul 06.00 - 11.00 WIB," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (17/1).
Dijelaskan Herry, penempatan petugas dilakukan agar meminimalisir masuknya kembali juru parkir liar atau 'Pak Ogah'. Selain itu, Satpol PP Jakarta Barat juga rutin melakukan patroli di sekitar perempatan Cengkareng.
Patroli yang melibatkan personel sudis perhubungan, aparat kepolisian dan aparatur sipil negara Kelurahan Duri Kosambi dilakukan pada pagi hingga siang, mulai dari pukul 08.00 - 12 00 WIB.
"Patroli ini untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum (Trantibum), sterilisasi bahu jalan, termasuk mencegah jukir liar masuk exit tol Rawa Buaya," jelasnya.
Ia menambahkan, ditambah petugas PPSU Kelurahan Duri Kosambi telah memasang spanduk larangan juru parkir liar di putaran exit tol Rawa Buaya.
Sebelumnya, Rabu (14/1) sore, sekira pukul 14.30 WIB, petugas gabungan dari unsur Satpol PP, Dishub, Sudis Sosial, dan aparat kepolisian dan TNI melakukan operasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di off ramp exit tol Rawa Buaya. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan, 10 Pak Ogah, 4 Pak Ogah diantaranya yang viral di media sosial meminta uang para pengendara mobil di off ramp exit tol Rawa Buaya.
Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Harry Purnama menjelaskan, 10 Pak Ogah diamankan pada kegiatan operasi penertiban oleh tim gabungan Pemkot Jakarta Barat. Mereka selanjutnya dibawa ke Panti Sosial untuk dilakukan pembinaan. (why)





