Puskesmas Kecamatan Taman Sari melakukan sosialisasi pencegahan penyakit Hantavirus pada kegiatan layanan kesehatan di masyarakat seperti, pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan pos pembinaan terpadu (Posbindu).
Kepala Puskesmas Kecamatan Taman Sari, Irma Sufriani mengatakan, pihaknya telah mengimbau kepada jajarannya untuk melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyakit Hantavirus pada setiap kegiatan layanan kesehatan di masyarakat.
"Hari ini tadi apel pagi, Kami imbau sama teman-teman, nantinya setiap kegiatan masyarakat akan disosialisasikan," ujarnya saat dikonfirmasi usai apel rutin ASN Kecamatan Taman Sari, Senin (11/5).
"Saat ini teman-teman promosi kesehatan (Promkes) mensosialisasikan tentang penyakit Hantavirus di Posyandu Kenanga RW 04 Kelurahan Glodok, dan Posbindu RW 03 Kelurahan Maphar, termasuk sosialisasi di ruang tunggu Puskesmas Taman Sari," sambungnya.
Lebih lanjut, Irma menjelaskan, meski belum ditemukan kasus penyakit Hantavirus di wilayah Taman Sari, namun masyarakat perlu mendapatkan informasi terkait penyakit yang disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.
"Hantavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru atau pembuluh darah dan ginjal. Virus ini dibawa dan disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya," tuturnya.
Gejala awal hantavirus, lanjut Irma, umumnya muncul 1-8 minggu setelah paparan dan sering menyerupai flu biasa. Tanda-tandanya meliputi demam, menggigil, nyeri otot (terutama di paha, pinggul dan punggung), sakit kepala, serta gangguan pencernaan. Kemudian, gejala itu berkembang cepat hingga mengganggu pernapasan atau ginjal.
Ia menambahkan, ada sejumlah langkah pencegahan terhadap penyakit hantavirus, diantaranya, mencuci tangan pakai sabun dan terapkan etika batuk dan bersin, tutup lubang akses masuk pada dinding, lantai dan atap.
Selain itu, lanjut Irma, simpan makanan dengan aman dalam wadah tertutup, dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.
"Bersihkan sisa atau tumpahan makanan,buang sampah pada tempat sampah tertutup dan hindari menumpuk barang bekas," pungkasnya. (why)






