Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat bersama jajaran kelurahan, Jumantik dan unsur terkait menggelar kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan RW 01 Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng. Kegiatan PSN juga dilakukan bersama kampanye pilah sampah keliling lingkungan permukiman warga.
Menurut Kepala Sudis Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, berdasar data komulatif hingga 2 Juli 2026, Kecamatan Cengkareng merupakan peringkat pertama kasus DBD di Jakbar. Periode Januari hingga awal Juli 2026 tercatat sebanyak 504 kasus.
"Sedangkan Jakarta Barat dengan jumlah 1.384 kasus merupakan urutan ketiga terbanyak dari kota dan kabupaten lain se DKI Jakarta tahun 2026 periode Januari hingga 2 Juli," ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/7).
Sahruna menjelaskan, kegiatan PSN di RW 01 Cengkareng Barat tidak hanya melaksanakan pemantauan jentik nyamuk di rumah-rumah warga. Petugas gabungan juga melakukan kampanye keliling permukiman warga untuk memilah sampah dari rumah.
Ia menambahkan, selain bagian dari implementasi Pergub DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026 tentang pengelolaan sampah dari sumber, kegiatan memilah sampah dari rumah juga mendukung upaya PSN. Selain meminimalisir lokasi petensi berkembangnya nyamuk aedes aegepty, pengelolaan sampah dengan baik juga akan meminimalisir penyebaran penyakit leptospirosis di wilayah.
Pada kesempatan tersebut pihaknya mengajak masyarakat tetap waspada penyakit DBD dengan gencar melaksanakan PSN mandiri dan mulai memilah sampah dari rumah. Warga juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melaksanakan kerja bakti membersihkan sampah di lahan kosong yang berpotensi menjadi tempat penampungan air sebagai wadah perkembangbiakan nyamuk.
"Pilah sampah ini sangat mendukung PSN dan pencegahan leptospirosis. Secara medis, pemilahan sampah dari rumah ini mendukung pencegahan penyakit berbasis lingkungan," pungkasnya. (Aji)






