Kader PKK Kelurahan Tangki bersama kelompok tani (poktan) RW memanen berbagai sayuran dari dua titik lahan urban farming di lingkungan kantor kelurahan. Panen yang dilaksanakan tersebut menghasilkan total sekitar 22,5 kilogram sayuran dari empat jenis tanaman.
Panen dilakukan di dua lokasi, yaitu lahan konvensional di lantai 4 dan bedeng tanaman yang berada di area depan Kantor Kelurahan Tangki. Total terdapat 12 bedeng yang dikelola, dengan tiga bedeng berukuran tiga kali dua meter menjadi lokasi panen utama. Kegiatan ini melibatkan kader PKK, perwakilan poktan, serta unsur kelurahan seperti Kasi Kesra dan Kasi Ekbang.Ketua PKK Kelurahan Tangki, Lilan, menjelaskan bahwa jenis tanaman yang dipanen terdiri dari kangkung, lengkuas, cabai dan terong. Hasil terbanyak berasal dari lengkuas dan kangkung, sedangkan terong dan cabai panennya lebih sedikit karena sudah beberapa kali dipanen sebelumnya.“Kangkung sekitar 9 kilogram 7 ons, lengkuas 11 kilogram, cabai setengah kilogram, dan terong tidak sampai dua kilogram,” ujarnya saat dikonfirmasi di Kantor Kelurahan Tangki, Rabu (19/11).
Ia juga memaparkan bahwa siklus panen bergantung pada usia tanam masing-masing komoditas. Kangkung menjadi tanaman yang paling rutin dipanen karena masa tanamnya hanya sekitar 21 hari, sehingga hampir setiap bulan panen dapat dilakukan.Sementara tanaman seperti cabai, terong, dan pare bisa dipanen dua hingga tiga kali seminggu setelah memasuki masa berbuah. Adapun lengkuas termasuk tanaman tahunan yang biasanya dipanen setiap enam bulan.
Menurutnya, metode budidaya yang digunakan memadukan sistem konvensional dan hidroponik. Pemilihan metode disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia, termasuk pemanfaatan pot daur ulang untuk area yang tidak memungkinkan ditanami langsung.“Kami lihat kondisi lahannya. Kalau tidak memungkinkan, kami pakai hidroponik atau pot dari botol daur ulang,” jelasnya.Ia menambahkan bahwa hasil panen saat ini dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau, sementara pendapatannya menjadi kas PKK untuk kebutuhan operasional dan pembelian bibit.“Kangkung kami jual satu ikat Rp5.000. Hasil panen ini sekitar 30 kantong terjual,” tambah Lilan.Selain dijual, sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk mendukung anak-anak dengan status BGM (Bawah Garis Merah) di wilayah Tangki.Saat ini PKK Tangki juga sedang mengembangkan budidaya lidah buaya jenis Kalimantan di dua RW yaitu RW 01 dan RW 07, dan ke depan ditargetkan menjadi produk unggulan kelurahan.“Harapannya poktan bisa mandiri secara finansial dan kami bisa menuju Kelurahan Mandiri dengan satu produk unggulan,” ungkapnya.Menurutnya, kegiatan panen bukan hanya berfungsi sebagai penunjang ketahanan pangan, tepi menjadi sarana pemberdayaan kader dan penyediaan sayur sehat bagi warga.“Masyarakat antusias sampai pre order. Mereka yakin kualitas sayur di sini bersih dan organik,” tutupnya (Kontri/Yul/Az/Def).





