Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DKI Jakarta bersama dengan Daya Wanita Pam Jaya melakukan bakti sosial dengan memberikan 120 unit toren air gratis pada warga di RW 09 Angke, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (29/1).
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mendampingi Ketua PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung dan Wakil Ketua PKK DKI Jakarta, Dewi Rano. Hadir juga Ketua Daya Wanita PAM Jaya, Lya Arief, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya, Arief Nasrudin, Camat Tambora dan para lurah serta unsur lainnya.
Ketua PKK DKI Jakarta, Hani Pramono mengatakan, inisiatif kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat, merupakan kolaborasi antara Tim Penggerak PKK DKI Jakarta dan PAM Jaya dalam mendorong kesehatan serta kesejahteraan keluarga.
"Hari ini, kita menyalurkan 120 unit toren air berkapasitas 300 liter kepada warga di Kecamatan Tambora. Penyaluran ini merupakan bagian dari target distribusi 1.000 unit toren air gratis yang akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah di Jakarta," ujarnya,
Menurut Hani, air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar rumah tangga, melainkan juga faktor penentu kualitas hidup dan kesehatan keluarga. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam program ini. Hal ini menjadi kekuatan bagi TP PKK dalam menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga di Jakarta.
"Ke depannya, kita berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan manfaat yang lebih luas. Semoga bantuan toren air ini dapat digunakan sebaik-baiknya dan menjadi langkah yang memberikan dampak besar bagi masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pam Jaya, Arief Nasrudin menuturkan, kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen PAM Jaya untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
"Alasan kami bekerja sama dengan ibu-ibu PKK adalah karena mereka sangat memahami titik-titik lokasi secara mendetail di masyarakat. Hal ini sangat membantu PAM Jaya dalam menyalurkan bantuan toren agar tepat sasaran," bebernya.
Arief menyebut, bantuan ini didistribusikan ke seluruh wilayah Jakarta, namun pihaknya memprioritaskan wilayah dengan pasokan air yang masih rendah (low supply) atau yang kualitas airnya belum optimal, seperti yang disebabkan oleh kondisi pipa yang usianya sudah tua sehingga perlu diperbaiki untuk mengatasi kebocoran.
"Jadi, di Jakarta Barat, kami masih mencari beberapa alternatif solusi karena pembangunan Bendungan Karian belum selesai. Kami terus berupaya agar masyarakat di Jakarta Barat dapat menikmati air bersih berkualitas air minum melalui sistem perpipaan PAM Jaya," katanya.
Arief menambahkan, pihaknya telah berdiskusi dengan Wali Kota Jakbar, Iin Mutmainnah mengenai banyaknya masyarakat yang perlu dibantu, akhirnya PAM Jaya memutuskan untuk melipatgandakan target bantuan penerima toren dari semula 1.000 menjadi dua kali lipatnya.
"Insyaallah, pada tahun 2026 secara berkala hingga akhir tahun ini, kami akan menyalurkan total 2.000 toren melalui kerja sama dengan ibu-ibu PKK," pungkasnya. (Hfz)






