Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat dalam waktu dekat akan membangun WC komunal di lingkungan RW 12 dan 13 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan (Gropet).
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meninjau langsung lokasi yang akan dibangun WC komunal di lingkungan RT 07 RW 12 Tomang, Jumat (30/1). Di lokasi tersebut Iin melihat kondisi lingkungan setempat dan titik yang rencananya akan dibangun WC komunal.
Iin menjelaskan, peninjauan lapangan dalam rangka Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.
“Alhamdulillah, pada hari Jumat ini kami melakukan peninjauan lapangan ke Kelurahan Tomang. Tujuan utamanya adalah untuk memantau persiapan deklarasi ODF di wilayah ini. Kami melihat berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh rekan-rekan di Kelurahan Tomang,” ujarnya.
Iin menegaskan, untuk mewujudkan itu harus ada komitmen dan aksi nyata.
“Hal yang perlu diperhatikan adalah komitmen ini harus diwujudkan dalam rencana aksi yang nyata,” tandasnya.
Ia melanjutkan, rencana aksi ini dilakukan melalui sinergi berbagai unsur, mulai dari UKPD terkait, pemerintah wilayah, hingga BUMD yang memberikan dukungan, seperti Paljaya dan PAM Jaya. Kedua BUMD ini menjadi motor atau penggerak utama.
Pihaknya juga berharap dukungan dari UKPD lain seperti Sudis Sumber Daya Air (SDA) dan SDPRKP Jakbar. Dari sisi kewilayahan, Lurah dan Camat telah melakukan pendekatan persuasif kepada warga. Mengingat di lingkungan tersebut masih ada dua RW yang sistem pembuangan, septic tank-nya masih bersifat terbuka.
“Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi kami, pihak Puskesmas Kelurahan, Kecamatan, serta Suku Dinas Kesehatan. Penggunaan septic tank terbuka di RW 12 dan RW 13 Tomang berdampak buruk pada kesehatan dan sanitasi, yang dapat memicu penyakit seperti TBC dan stunting,” ujar Iin.
“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Jakarta Barat berkomitmen agar deklarasi ODF di Tomang ini dapat melengkapi 100 persen komitmen ODF di seluruh Jakarta Barat, yang mencakup 56 kelurahan,” sebut Iin.
Untuk sektor penggerak (leading sector), tambahnya, pihaknya meminta Asisten Ekbang dan Adkesra Setko Jakbar untuk bersinergi dengan seluruh UKPD, pihak kelurahan, kecamatan, dan masyarakat. Terkait pelaksanaan pembangunan, pihaknya akan mengadakan rapat teknis pada hari Senin mendatang.
"Asisten Ekbang bersama tim akan memastikan teknis pelaksanaannya. Jika memungkinkan, kami akan memulai gerakan pertama sebelum bulan puasa. Kami akan menyiapkan lokasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama Paljaya. Targetnya, satu titik dapat diselesaikan sepenuhnya setelah Idul Fitri," pungkasnya.
“Kami juga berharap para pemilik rumah kontrakan turut berpartisipasi dalam menyediakan septic tank yang layak bagi penghuninya. Jika dilakukan bersama-sama, target ini akan lebih cepat tercapai," pungkasnya.
"Rencananya, terdapat delapan titik lokasi yang akan diperbaiki di dua RW tersebut. Satu titik diharapkan dapat melayani sekitar 500 hingga 600 jiwa," sambungnya
Sebelum ke lokasi RW 12, Wali Kota Jakbar, Iin Mutmainnah senam bersama jajaran kelurahan dan kecamatan setempat, para kader dan masyarakat di RPTRA Mandala yang dilanjutkan dengan diskusi untuk mematangkan persiapan deklarasi ODF. (Aji)





