Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengunjungi Waduk Aseni, Jalan H Aseni Raya, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (30/1) sore.
Hadir mendampingi, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Asekbang Imron Sjahrin, Kasudis SDA Jakbar Purwanti Suryandari, perangkat wilayah setempat dan lainnya. Usai mendengar penjelasan Kadis SDA DKI, Ika Agustin Ningrum terkait Waduk Aseni, Rano bersama rombongan keliling area waduk dengan golf car meninjau fasilitas, sarpras yang ada di lokasi.
Rano menjelaskan, pembangunan Waduk Aseni untuk menambah kapasitas tampungan air hujan di Jakarta yang diharapkan dapat digunakan sebagai alternative sumber air baku, mengurangi debit aliran Kali Semanan, serta ruang interaksi publik.
Ia menyebut, luas Waduk Aseni 4,47 hektare dengan luas badan air 1,74 hektare dan luas area kering 2,73 hektare.
“Kedalaman waduk 4 meter dan kapasitas tampungan waduk mencapai 69.600 meter-kubik. Luas catchment area Waduk Aseni sebesar 11,25 km2 dan diharapkan dapat mereduksi banjir sebesar 13,1 persen,” ujar Rano.
Ia mengungkapkan, pembangunan Waduk Aseni dilakukan dalam tiga tahap sejak tahun 2022-2023 hingga 2025. Untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Waduk Aseni direncanakan dapat menampung air limbah dari 2.260 jiwa.
“Kapasitas total kira-kira 470 meter-kubik per hari yang ditampung oleh drainase kawasan lokasi Waduk Aseni," katanya.
Selain sebagai pengelolaan sumber daya air dan tampungan banjir, waduk tersebut juga memiliki fasilitas pendukung seperti balai warga, toilet, musolla, area bermain anak, area duduk, sunken plaza (landasan di area basah yang bisa digunakan sebagai tampungan air saat hujan dan ruang interaksi publik saat kering), lapangan mini soccer, boardwalk, dermaga apung dan pos jaga.
“Artinya ini bisa bermanfaat selain memang buat pengendalian banjir, tapi bisa bermanfaat buat masyarakat. Rampungnya Maret tahun ini, mudah-mudahan. Memang perhitungannya pekerjaan tinggal finishing saja," ungkap Rano.
Terkait berbagai fasilitas publik yang ada, Rano menambahkan, apabila nantinya Waduk Aseni sudah dioperasionalkan, terbuka bagi masyarakat luas. Namun, pengelola akan mengkurasi pengguna fasilitas agar tidak sampai menggangu fungsi waduk dan membahayakan keselamatan warga pengunjung. (Aji)





