"Petugas Damkar juga melakukan pengecekan terhadap alat pemadam kebakaran yakni APAR, " ujar Aji.
Ia berharap para pelaku usaha ikut peduli dan melakukan upaya pencegahan kebakaran. "Kami berharap para pelaku usaha ikut disiplin menjaga keamanan. Kami sama-sama membantu agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Gulkarmat Kecamatan Tambora, Joko Susilo mengatakan bahwa pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan alat dan keselamatan di tempat usaha yang memiliki risiko tinggi.
"Tempat usaha konveksi dan sablon ini rawan karena banyak bahan kain, limbah, dan penggunaan listrik berlebih. Jadi kami pastikan APAR berfungsi dan instalasi listriknya aman," jelasnya.
Dengan adanya mitigasi ini, lanjut Joko, diharapkan potensi kebakaran di wilayah RW 07 Pekojan dapat diminimalisir dan tercipta lingkungan usaha yang tertib, aman, dan nyaman.
Hal senada disampaikan Kasatgas Damkar Kelurahan Pekojan, Nugroho. Pihaknya telah melakukan pengecekan instalasi listrik pada sejumlah tempat usaha di lingkungan RW 07.
"Tadi telah dilakukan pengecekan proteksi di tempat usaha sablon, dan rumah kos. Kami juga berikan imbauan serta pengecekan APAR. Untuk bangunan usaha sebanyak 3 titik yakni konveksi dan sablon," ujarnya.
Nugroho menambahkan, pihaknya juga melakukan penempelan stiker yang berisi imbauan bahaya kebakaran. Selain itu, pihaknya kerap memberikan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran melalui pertemuan dengan warga.
"Tanggal 18 Agustus lalu sudah dilakukan pelatihan di Kelurahan dengan peserta dari perwakilan RT dan RW," tambahnya. (why)





