Wakil Gubernur DKI, Rano Karno menyebut intensitas curah hujan di wilayah Jakarta yang terjadi akhir-akhir ini mencapai hampir 300 milimeter.
Ia menyatakan, jika tidak digelar operasi modifikasi cuaca (OMC), hujan ekstrem yang memicu genangan dampaknya bisa lebih parah.
"Kita terima kasih dari teman-teman DPRD sepakat untuk melakukan modifikasi cuaca. Ini kalau enggak dimodifikasi cuaca, waduh kemarin turun itu di atas 200 mili, hampir 300 mili," ungkap Rano saat meninjau kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (20/1).
Ia mengakui, hujan deras yang terjadi pekan lalu sempat memicu genangan di sejumlah kawasan. Bahkan, kejadian yang ramai di media sosial itu terjadi dua kali dalam sepekan. Kondisi hujan ekstrem ini diperkirakan terjadi hingga Februari 2026 mendatang.
Untuk itu, Rano juga berharap masyarakat bisa berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan agar sampah tidak sampai masuk selokan dan menyumbat aliran air saat terjadi hujan deras. Ia mengungkapkan, saat terjadi hujan deras kemarin pihaknya telah berupaya maksimal untuk mengatasi dampaknya.
Masyarakat bisa melihat berbagai upaya dilakukan melalui platform media sosial tentang penangan yang tersebar luas.
"Teman-teman bisa lihat di IG lah, Sumber Daya Air kita bahkan enggak ada yang tidur. Standby semua, tidur bahkan di truk segala macam di segala sudut," pungkas Rano. (Aji)





