Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta bersama Baznas Bazis DKI Jakarta resmi menutup gelaran Pesantren Cahaya Ramadan di Panti Sosial Batch 6 Tahun 1447 H/2026 M di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (13/3).
​Dalam sambutannya, Wakil Ketua I Baznas (Bazis) DKI Jakarta, KH. A. Nur Alam Bakhtir mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari pendayagunaan zakat bagi golongan fakir miskin (asnaf). Namun, fokusnya kali ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan pemberdayaan pendidikan spiritual.
​"Pemberdayaan ini mencakup bidang pendidikan, khususnya bagi para Hafidz Al-Qur'an. Kami berharap para penghafal Al-Qur'an tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi terus menjaga, mendalami, dan memahami kandungan maknanya," ujarnya.
​Pihaknya menjelaskan, terdapat 9 elemen utama definisi Al-Qur'an sebagai landasan iman, yakni ​Kalamullah, Firman langsung dari Allah SWT, ​Al-Mu’jizu, Mukjizat bahasa dan isi yang tidak akan pernah kering, iturunkan kepada Nabi Muhammad, dimulai sejak peristiwa Nuzulul Qur'an, berbahasa Arab, Menjaga keseragaman di seluruh dunia.
Selain itu, ​terhimpun dalam Mushaf: Satu kesatuan naskah yang utuh, ​Al-Manqul bit-Tawatir, diwariskan secara massal antar generasi, bBernilai Ibadah, membacanya adalah pahala meski belum memahami artinya, dDibuka dengan Al-Fatihah dan ditutup dengan An-Nas.
​Ditempat yang sama, Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta, Ali Maulana, menjelaskan pihaknya mengapresiasi tinggi kepada Dinas Sosial DKI Jakarta. Menurutnya, Pesantren Cahaya Ramadan adalah agenda rutin yang memiliki esensi luar biasa dalam membentuk karakter warga binaan.
​"Kami mengapresiasi Dinas Sosial karena tidak hanya fokus pada administrasi dan fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental, spiritual, dan kejiwaan warga binaan. Ini adalah bentuk pembinaan yang menyeluruh," kata Ali Maulana.
​Ia berharap agar semangat mencintai Al-Qur'an tidak berhenti saat Ramadan usai dan mendorong agar seleksi Tilawatil Qur'an (STQ/MTQ) bisa digalakkan hingga tingkat terkecil seperti RW dan RT.
​"Nilai terpenting bukan terletak pada siapa yang menjadi juara lomba di pesantren ini, melainkan bagaimana perubahan perilaku positif para warga binaan saat kembali ke panti masing-masing nanti," pungkasnya.
​Acara turut dihadiri Aspem sekaligus Plt. Asisten Adkesra Kota Jakbar, Holi Susanto didampingi Kabag Kesra, Abdurrahman Anwar. Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan doa bersama untuk keberkahan Kota Jakarta di masa depan. (Hfz)





