Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat memprioritaskan program kolaboratif Jaga Jakarta pada pencegahan tawuran dan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTPA) serta ketahanan keluarga dengan renaksi Pembinaan Ketahanan Keluarga dan Kepala Keluarga Perempuan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakarta Barat, Holi Susanto saat memimpin Rapat Koordinasi Program Prioritas Kolaboratif Jakarta Barat Jaga Jakarta Tahun 2026 dalam rangka Pembinaan Ketahanan Keluarga dan Kepala Keluarga Perempuan di Ruang Rapat Sekretaris Kota Jakarta Barat, Selasa (14/4).
Plt. Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakarta Barat, Holi Susanto, menjelaskan bahwa esensi utama dari program ini adalah membangun daya tahan keluarga agar tidak mudah goyah oleh berbagai faktor eksternal yang fluktuatif.
"Ketahanan keluarga itu adalah kemampuan keluarga untuk bertahan, beradaptasi, atau berkembang terhadap berbagai masalah, tekanan maupun perubahan. Dinamikanya sangat fluktuatif, bagaimana menghadapi tekanan ekonomi dan konflik sosial. Tentunya banyak yang bisa dilakukan teman-teman, cuma tinggal mencari kegiatan yang serapan energinya pas," ujar Holi Susanto.
Di tempat yang sama, Kepala Inspektorat Pembantu Kota Jakarta Barat, Reni Septianawati menjelaskan untuk pengawasan dan target capaian, pihak Pemkot telah menyusun peta jalan operasional yang jelas guna memastikan seluruh rencana aksi agar dapat diimplementasikan dengan tepat sasaran di setiap wilayah.
"Kelima target programnya yaitu, pertama penurunan jumlah tawuran dan kekerasan, kedua pembinaan ketahanan keluarga dan kepala keluarga perempuan, ketiga meraih anugrah parahita ekapraya, keempat meraih Kota Layak Anak, dan kelima meraih kota sehat. Ada sepuluh kegiatan itu sudah dirinci lagi, sebenarnya kita tinggal operasional saja," jelas Reni Septianawati.
Sementara itu, Kabag KKPP Jakarta Barat, Sefri Dwipayuda mengungkapkan, pihaknya akan memastikan keberlanjutan program, koordinasi teknis akan difokuskan pada pendataan yang akurat serta pembinaan mental bagi ASN agar tetap memiliki integritas tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kegiatan pembinaan ketahanan keluarga dan kepala keluarga perempuan, rapat koordinasinya dilaksanakan selama bulan April. Berlanjut ke pendataan carik keluarga, disusul dengan kegiatan sosialisasi dan pembinaan keluarga sejahtera yang melibatkan unsur ASN dan warga," pungkasnya.
Dikethui, untuk rangkaian agenda program prioritas kolaboratif dijadwalkan berlangsung intensif mulai April hingga Agustus 2026. Dengan sinergi antar instansi dan pendampingan yang konsisten, Jakarta Barat menargetkan terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih stabil, sehat, dan sejahtera. (Tgh)





