Pemkot Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan melakukan Outbreak Respon Imunisasi (ORI) campak secara masif di wilayah Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Upaya ini dilakukan untuk memutus rantai penularan kasus penyakit campak.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengatakan, pihaknya tengah melakukan imunisasi campak secara masif pada wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng.
"Sekarang ini lagi proses untuk pengobatan (imunisasi). Sebenarnya penularan penyakit campak ini seperti penyakit cacar. Kalau sudah KLB, berarti penularannya alami," ujarnya, saat dikonfirmasi Jumat (29/8).
Sebagai tindaklanjut dari KLB, lanjut Uus Kuswanto, pihaknya meminta kepada jajaran Sudin Kesehatan serta unit terkait lainnya untuk melakukan tindakan dan upaya penanganan kasus campak.
Terkait upaya penanganan KLB campak, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, mengatakan pihaknya melakukan penguatan surveilans kasus campak pada wilayah KLB campak, pemantauan ketat kontak erat, serta pengiriman spesimen campak.
Upaya lainnya, lanjut Erizon Safari, melaksanakan Outbreak Respon Imunisasi (ORI) secara masif. "Hingga per tanggal 28 Agustus 2025, capaian akumulasi ORI KLB campak sebagai berikut, usia 9-<18 bulan: 714 orang (66.92%), usia 18-59 bulan: 550 orang (10.28%), dan usia 5-<7 tahun: 2.932 orang (93.97%). Total cakupan: 4.196 orang (46.47%)," ujarnya.
Pelaksanaan ORI KLB campak di wilayah Kelurahan Kapuk, lanjut Erizon Safari, akan berlangsung hingga 12 September 2025, dengan target sasaran 9.030 orang. "Kegiatan ORI nya dijadwalkan sampai tanggal 12 september selesai sampai kegiatan sweeping Balita nya," ujarnya.
Kegiatan ORI KLB campak melibatkan tim kesehatan dari Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Puskesmas Kecamatan Cengkareng serta dibantu puskesmas pembantu Kelurahan Kapuk. "Setiap hari, sebanyak 30 tenaga kesehatan yang dikerahkan untuk melakukan ORI campak," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Sulung Mulia Putra menambahkan, pihaknya masih melakukan pengawasan pada sejumlah pasien campak yang masih dirawat di rumah sakit. Sementara pasien campak dengan gejala ringan atau sudah tidak ada gejala sudah di rumah. "Tapi, tetap diberikan edukasi dan pengawasan oleh petugas puskesmas,"tuturnya.
Di informasikan, berdasarkan data puskesmas yang dilaporkan ke Sudis Kesehatan Jakbar dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan, sebanyak 21 kasus penyakit campak terjadi di wilayah Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun melakukan upaya penanganan pada wilayah KLB campak, yakni melakukan penguatan surveilans campak di wilayah dengan tatalaksana kasus, pemantauan ketat kontak erat, serta pengiriman spesimen campak. Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaksanakan Outbreak Respon Imunisasi (ORI) dan Imunisasi Kejar.
Diketahui, campak merupakan penyait yang disebabkan virus campak yang menular melalui percikan ludah saat batuk atau bersin. Penyakit campak memiliki penularan tinggi dengan laju reproduksi (R0) 17-18, yang artinya satu kasus campak positif akan menularkan ke 17-18 orang sekitarnya.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan penularan campak. Upaya itu bisa dengan melakukan vaksinasi campak rubella sesuai jadwal, menerapkan prilaku hidup bersih sehat dan mendatangi fasilitas kesehatan bila mengalami gejala ruam. (why)