Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mengerahkan ratusan personel gabungan dan armada truk bersama warga masyarakat membersihkan sampah pasca banjir serentak di delapan kecamatan, Minggu (25/1).
Kerja bakti bersih-bersih dimulai sejak pukul 06.30 pagi, terutama di titik-titik wilayah yang terdampak genangan dan banjir. Perangkat wilayah seperti PPSU, pengurus RT-RW dan warganya bahu membahu gotong royong bersama unit terkait seperti Sudis SDA, LH, BM, Satpol PP dan lainnya mengangkut sampah dari permukiman warga.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono mengatakan kerja bakti pembersihan sampah pasca banjir untuk membantu warga terdampak agar lingkungan kembali bersih dan sehat. Sampah yang berada di permukiman dikeluarkan dengan gerobak atau mobil pickup, lalu dikumpulkan di satu tempat untuk selanjutnya diangkut truk ke tempat penampungan sementara.
"Hari ini kita sedang bersih-bersih pasca banjir kemarin. Bu Wali Kota mengintsruksikan kepada aparat semua yang terkait untuk merapihkan dan mengangkat semua sampah-sampah di permukiman yang tidak terpakai lagi untuk diangkut ke Bantar Gebang," jelas Yuli saat kerja bakti bersih-bersih lingkungan di wilayah RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng.
Ia mengungkapkan, pihaknya sudah mengimbau para OPD teknis terkait dan camat-lurah bergerak cepat menangani sampah pasca banjir di wilayah.
"Saya sudah meminta unit terkait untuk membantu bahu-membahu warga sekitar terdampak banjir. Jadi, pasca banjir kemarin ini untuk bersama-sama dengan warga mengangkut sampah yang sudah tidak terpakai," ujarnya.
Menurutnya, pengangkutan sampah pasca banjir perlu dilakukan bersama dan melibatkan seluruh perangkat OPD.
"Karena melihat volumenya cukup banyak ini, jadi warga mengalami kesulitan untuk membuangnya. Oleh karenanya, aparat unit terkait, unit teknis segera untuk mengangkutnya, baik itu petugas gerobak dari RW, RT, maupun dari Sudin," imbuh Yuli.
Kasudin LH Jakbar, Achmad Hariadi menyebut untuk mengangkut sampah pasca banjir hari ini dikerahkan sedikitnya 50 armada truk gabungan OPD serta alat berat shovel dan ekskavator.
“Ada sekitar 50 armada truk dan pickup yang dikerahkan untuk mengangkut sampah pasca banjir. Personelnya untuk di RW 11 Rawa Buaya sekitar 500 petugas gabungan dan warga sekitar,” katanya.
Menurutnya, untuk mengangkut sampah pasca banjir, utamanya RW 11 Rawa Buaya dan lainnya memerlukan waktu cukup lama karena volumenya sangat besar.
”Ini juga akan memakan waktu sampai dengan beberapa hari ke depan karena banyak sampah-sampah nanti yang akan dibuang di lokasi pinggir Kali Mookervaart, baik itu dari Rawa Buaya, Kedaung Kaliangke dan lainnya,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua RW 11 Rawa Buaya, Tri Mulyo, menyebut dari 12 RT di lingkungannya semua tergenang pada Jumat (23/1) lalu. Untuk kerja bakti bersih-bersih pasca banjir di lingkungannya diikuti seluruh RT yang melibatkan sedikitnya 300 warga dan personel gabungan OPD dan perangkat kelurahan.
“Jadi, kami juga terima kasih sama pemerintah daerah. Di sini, Jakarta Barat, warga kami kerja bakti dari jam 06.30. Ini kurang lebih 500 warga masyarakat bekerja bakti bersama petugas gabungan karena gang-gangnya sempit dan kampung kami padat, jadi tetap mengedepankan kebersihan,” ujarnya. (Aji)





