Tim Verifikator Provinsi DKI Jakarta melaksanakan verifikasi lapangan (Verlap) Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) di Kelurahan Keagungan Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (23/1).
Wakil Wali Kota Jakbar, Yuli Hartono mengapresiasi kedatangan tim verifikator. Dirinya menegaskan Pemkot Jakbar mendukung penuh pelaksanaan program GKSTTB yang sejalan dengan prioritas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Program dimaksud yaitu pengentasan kemiskinan serta peningkatan derajat dan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan dan penguatan usaha ekonomi kreatif.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran, penguatan dan inspirasi bagi semua pihak membangun keluarga yang sehat, mandiri dan tangguh," ucapnya.
Selanjutnya, Yuli menyebutkan dipilihnya kelurahan Keagungan untuk mewakili Jakbar pada Verlap GKSTTB menuju keuangan sehat karena kelurahan ini memiliki modal sosial yang baik.
"Kelurahan Keagungan RW 09 memiliki kepadatan penduduk yang signifikan. Hal ini bukan hambatan, tetapi potensi besar, dimana masyarakatnya saling peduli dan memiliki semangat kebersamaan, gotong royong dalam memajukan wilayahnya," sambungnya.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Verifikator DKI Jakarta, Sini Sigit Wijatmoko menyampaikan bahwa Verlap GKSTTB sebagai upaya pembinaan kader PKK.
"GKSTTB merupakan bagian dari pembinaan secara berkelanjutan kepada para kader PKK dan kader penggerak lainnya di wilayah. Dan Jakarta Barat pernah meraih prestasi pada Perhelatan GKSTTB di periode sebelum ini dan itu tingkat nasional," tuturnya.
Untuk informasi, tim verifikator melaksanakan Verlap yang meliputi pemeriksaan kelengkapan dokumen administrasi serta meninjau berbagai inovasi yang dilakukan para kader PKK.
Inovasi tersebut meliputi pengelolaan bank sampah, penanganan limbah rumah tangga, usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), edukasi kebencanaan berbasis keluarga, serta keterlibatan aktif kader PKK dan warga membangun lingkungan yang sehat dan tangguh.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Keagungan Norayanti Sahat mengaku bersemangat mengikuti kegiatan GKSTTB ini.
"Kami bersepakat lokus GKSTTB di RW 09, di sini ada komunitas Srikandi 9 yang telah memiliki inovasi menanam ubi di dalam karung yang dikembangkan menjadi berbagai macam makanan olahan. Inovasi lain kami ada bank sampah, pembuatan eco enzym, pembuatan media tanam, tabungan ibu hamil dan lain sebagainya," pungkasnya. (Hfz)





