Pemkot Jakbar Gelar Rapat Evaluasi RPTRA, Dorong Inovasi Menuju Kota Layak Anak
Pemkot Jakbar Gelar Rapat Evaluasi RPTRA, Dorong Inovasi Menuju Kota Layak Anak
Ardiansyah Alam
29 Agustus 2025
Kes. Masyarakat
44
Menta Basita Bangun
Untuk memperkuat peran Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dalam mewujudkan Kota Layak Anak, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar rapat koordinasi monitoring dan evaluasi bersama Tim Penggerak (TP) PKK. Kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi atas rangkaian perlombaan dalam Gebyar RPTRA 2025.Dalam Gebyar RPTRA 2025, sejumlah perlombaan telah digelar, di antaranya lomba menggambar, menyusun Lego, futsal, menari, serta lomba kinerja pengelola RPTRA. Perlombaan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas anak-anak, tetapi juga apresiasi terhadap pengelola RPTRA yang berperan aktif menjaga keberlangsungan fasilitas publik ramah anak tersebut.Berdasarkan keputusan, para pemenang Gebyar RPTRA Tingkat Kota 2025 adalah sebagai berikut: Lomba Kinerja Pengelola RPTRA: Juara I RPTRA Kedoya Utara (Kelurahan Kedoya Utara), Juara II RPTRA Edelweis (Kelurahan Srengseng), Juara III RPTRA Cempaka (Kelurahan Rawa Buaya), serta Juara Inspiratif RPTRA Ria Damkar (Kelurahan Joglo). Lomba Menyusun Lego: Juara I Kebon Jeruk, Juara II Palmerah, Juara III Grogol Petamburan. Lomba Mewarnai: Juara I Cengkareng, Juara II Taman Sari, Juara III Kembangan. Lomba Futsal: Juara I Tambora, Juara II Kembangan, Juara III Cengkareng. Lomba Menari: Juara I Kebon Jeruk, Juara II Tambora, Juara III Taman Sari.Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Gebyar RPTRA. Ia menegaskan bahwa lurah memiliki peran strategis dalam pengelolaan RPTRA sebagaimana diatur dalam Pergub No. 123 Tahun 2017.“Kita tahu bahwa lurah sesuai dengan Pergub 123 Tahun 2017 adalah ketua pengurus RPTRA kelurahan dan memiliki tanggung jawab penuh pada pengelolaannya. Lurah juga wajib melakukan monitoring dan evaluasi terhadap RPTRA masing-masing,” ujarnya saat memimpin rapat di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (29/8).Firmanudin juga mendorong adanya inovasi dalam pemanfaatan RPTRA agar benar-benar hidup dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.“Fungsi RPTRA bukan hanya soal perawatan, tapi juga bagaimana meramaikan kegiatannya. Lurah bisa menggandeng perusahaan di lingkungannya melalui program CSR agar kegiatan di RPTRA lebih beragam, tidak hanya yang resmi, tetapi juga yang bisa dinikmati masyarakat. Dengan begitu RPTRA bisa lebih maju dan berfungsi dengan baik,” jelasnya.Ketua TP PKK Jakarta Barat, Lisniawati Uus Kuswanto, turut menegaskan pentingnya sinergi antara pengelola RPTRA dengan lurah dan jajarannya, khususnya dalam penyusunan laporan kinerja.“Harapannya, koordinasi antara pengelola RPTRA dengan lurah bisa lebih kuat. Jangan hanya sebatas menyerahkan laporan, tapi juga benar-benar menunjukkan progres nyata di lapangan. Kami ingin Jakarta Barat bisa lebih baik lagi dan siap bersaing di tingkat provinsi,” ucapnya.Lisniawati juga menyoroti perlunya pengelolaan administrasi RPTRA yang lebih tertib agar memenuhi standar penilaian, terutama menjelang lomba di tingkat provinsi.“Saya melihat laporan masih banyak yang dominan berisi foto dokumentasi, sementara datanya sangat minim. Ke depan, laporan harus lebih lengkap agar bisa menjadi bahan evaluasi yang benar-benar bermanfaat,” tegasnya.Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Barat, Subchan, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan kapasitas pengelola RPTRA.“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan RPTRA agar perannya dalam mendukung terwujudnya Kota Layak Anak semakin optimal,” ungkapnya.