Para pemilik kontrakan di wilayah Jakarta Barat diimbau untuk ikut bertanggung jawab dalam penyediaan sanitasi yang layak bagi penghuni.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, saat meninjau lokasi yang akan dibangun septic tank komunal, di lingkungan RW 12 dan RW 13 Kelurahan Tomang Kecamatan Grogol Petamburan, Jumat (30/1) lalu.
“Jadi tentunya yang memiliki kontrakan kita berharap juga ada sumbangsih dan ada partisipasi untuk menyiapkan septic tank buat penghuni kontrakannya,” imbuh Iin.
Untuk diketahui, di lingkungan RW 12 dan RW 13 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan masih ditemukan penggunaan septic tank terbuka.
Menurutnya, kondisi tersebut berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk dengan banyak hunian kontrakan. Iin menilai, sanitasi yang tidak layak dapat berdampak pada berbagai persoalan kesehatan, mulai dari penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) hingga stunting.
Untuk itu, Pemkot Jakbar bersama seluruh unsur teknis terkait rencana pembangunan septic tank komunal di lingkungan dua RW tersebut. Ia menegaskan, hal yang perlu diperhatikan adalah komitmen pembangunan septic tank di lokasi tersebut harus diwujudkan dengan rencana aksi.
"Sehingga rencana aksi ini kita lakukan nanti bersinergi dengan berbagai unsur. Jadi, jika kita lakukan secara bersama-sama, kesehatan dan target yang kita harapkan dapat cepat tercapai,” imbuh Iin.
Sebelumnya diberitakan, Pemkot Jakbar akan membangun toilet komunal di lingkungan RW 12 dan 13 Kelurahan Tomang.
"Rencananya, terdapat delapan titik lokasi yang akan diperbaiki di dua RW tersebut. Satu titik diharapkan dapat melayani sekitar 500 hingga 600 jiwa," sebut Iin.
Terkait pelaksanaan pembangunan, pihaknya akan mengadakan rapat teknis pada Senin (2/2) mendatang di Kantor Wali Kota Jakarta Barat.
"Asisten Ekbang bersama tim akan memastikan teknis pelaksanaannya. Jika memungkinkan, kami akan memulai gerakan pertama sebelum bulan puasa. Kami akan menyiapkan lokasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama Paljaya. Targetnya, satu titik dapat diselesaikan sepenuhnya setelah Idul Fitri," tuturnya.
Iin menyebut, pembangunan itu akan dieksekusi melalui sinergi berbagai unsur, termasuk Paljaya dan PAM Jaya.
"Kedua BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) ini menjadi motor atau penggerak utama," tandasnya.
Di lokasi tersebut Iin melihat kondisi lingkungan setempat dan titik yang rencananya akan dibangun WC komunal. Ia menjelaskan, peninjauan lapangan dalam rangka Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.
“Tujuannya memantau persiapan deklarasi ODF (Open Defecation Free) di wilayah ini. Kami melihat berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh rekan-rekan di Kelurahan Tomang,” jelas Iin. (Aji)





