Pasca banjir melanda, sebanyak empat tim petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Rawa Buaya dikerahkan untuk membersihkan lumpur saluran air di lingkungan RW 01, RW 02 dan RW 04 Rawa Buaya, Cengkareng.
Lurah Rawa Buaya, Junaidi mengatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan empat tim PPSU yang ditugaskan mengeruk lumpur saluran air pasca banjir. Setiap tim terdiri dari lima petugas PPSU.
"Mereka kita bagi tugas membersihkan lumpur saluran air pada tiga RW yakni 6 RT di RW 01, 4 RT di RW 02 dan 2 RT di RW 04," ujarnya.
Dikatakan Junaidi, petugas PPSU dibekali sejumlah peralatan untuk menguras lumpur seperti cangkrang, pengki/sekop, ember dan karung. Pengerukkan dilakukan selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Januari 2026.
"Kami juga kordinasi dengan Satpel Sudis SDA dan Lingkungan Hidup (LH). Kalau Sudis SDA Jakbar mengerahkan armada untuk mengangkut karung lumpur, sedangkan Sudis LH mengerahkan unit truk sampah," tutur Junaidi.
Untuk volume angkut lumpur, lanjut Junaidi, diperkirakan mencapai lima kali muatan mobil hilux.
"Kira-kira 5 rit angkut mobil hilux. Itu volume angkut karung lumpur satu lingkungan RT," jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Rawa Buaya, M. Sahri, menuturkan terdapat tiga lingkungan RW di Rawa Buaya, yakni RW 01, 02 dan 04, dilanda banjir. Yang disebabkan lamanya intensitas hujan hingga mengakibatkan sejumlah saluran air meluap. Kondisi itu diperparah dengan tingginya debit air Kali Mookevart.
"Banjir di RW 01, Rawa Buaya, diakibatkan meluapnya sejumlah saluran air ditambah tingginya permukaan air Kali Mookevart," tuturnya
Untuk solusi mengatasi banjir, M. Sahri mengusulkan pada pemerintah daerah untuk menambah kapasitas rumah pompa, serta melakukan normalisasi sejumlah saluran air di wilayahnya. (why)




