Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) memasuki hari kelima di SDN Maphar 01 Pagi, Jalan Kebon Jeruk VII RT 004 RW 05, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (17/7) secara resmi ditutup. Lurah Maphar, Nurhayati, mengatakan dirinya memberikan edukasi kepada para murid baru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui pencegahan perundungan (bullying) serta bahaya tawuran."MPLS menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik. Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman sehingga anak-anak dapat belajar, bertumbuh, dan berprestasi tanpa adanya perundungan maupun kekerasan," ujarnya sesuai keterangan yang diterima. Selain itu, Nurhayati juga mengajak siswa membiasakan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumber sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan."Budaya memilah sampah perlu dibangun sejak dini. Dengan membiasakan anak-anak memilah sampah di rumah dan di sekolah, kita turut menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk membentuk generasi yang berkarakter, peduli terhadap sesama, dan menjaga lingkungan.
"MPLS ini untuk pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar," pungkasnya. (Kontri)





